indonesia

News

Yuk Belajar Mengatasi Writer’s Block

Writer’s block adalah penyakit umum yang sering dialami oleh para penulis, terutama penulis pemula. Meski penyakit ini umum dialami oleh seorang penulis, akan tetapi penyakit ini sangat berbahaya. Ketika penyakit ini datang, kita pasti akan berputus asa dengan tulisan kita. Kita cenderung ingin menghentikan proses menulis yang sedang dijalani. Eits, nggak seharusnya kita berputus asa ketika mengalami writer’s block. Ketika writer’s block ini menghinggapi diri kita, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini. Harus lebih mempersiapkan segala macam tetek bengek yang berkaitan dengan karya kita Ini yang sering kali dilupakan oleh seorang penulis. Kita merasa tidak perlu mempersiapkan segala sesuatunya sebelum memulai berperang. Apalagi sampai mencatat segala tetek bengek atau printilan yang menjadi unsur penting tulisan kita. Kita menganggap segala persiapan itu hal sepele dan di luar kepala sehingga tercetuslah pemikiran bahwa diri ini sudah mampu berperang tanpa senjata. Kurangnya persiapan sebelum menulis inilah yang dapat memunculkan penyakit writer’s block menghampiri kita. Penulis itu sama seperti tentara. Ketika seorang tentara ingin berperang, ia pasti akan menyiapkan segala macam senjata untuk melawan musuh agar menang dalam peperangan. Begitu pula dengan penulis. Penulis harus mempersiapkan segala macam alat tempurnya sebelum memulai menulis. Sebagai penulis, kita harus mencatat apa saja yang ingin kita tuliskan. Poin-poin apa saja yang ingin kita munculkan di dalam tulisan kita. Semua ini dilakukan agar lebih terarah dan dapat menolong kita ketika lupa dengan apa yang ditulis. Tahan ego kita Loh, apa hubungannya ego dengan proses menulis? Begini. Ketika kita selalu mengharapkan hasil yang sempurna untuk karya kita apalagi kita baru terjun di dunia kepenulisan, tidak ada yang menjamin kalau kita tidak akan terkungkung dengan ambisi kita. Rasa ambisi ini akan terus berkembang seiring mindset perfeksionis yang ada dalam diri kita. Kita selalu berusaha untuk menjadikan karya kita ini sebagai sebuah karya yang sangat sempurna layaknya masterpiece bak penulis terkenal di dunia padahal ilmu yang kita miliki masih sangat jauh dari kata profesional. Nah, oleh karena itu kita harus menahan ego kita untuk tidak menjadi seseorang yang perfeksionis dalam hal menulis sebab hal ini dapat membuat diri kita merasa tidak puas dengan karya yang sudah kita tuliskan. Jangan meragukan kualitas tulisan dari diri kita Ini juga sering dialami oleh penulis pemula. Kita merasa tidak pede dengan tulisan kita. Kita selalu merasa bahwa karya kita tidak layak untuk dipublikasikan apalagi diterbitkan menjadi sebuah buku. Hei, kita tidak boleh beranggapan seperti itu. Kita harus percaya dengan kemampuan dari diri kita. Kalau kita terus terkungkung di dalam perasaan tidak mampu, ragu akan kemampuan kita, kita tidak akan menjadi pribadi yang lebih maju. Kita juga tidak dapat menyelesaikan karya kita sesuai dengan target yang telah dibuat. Jangan pedulikan komentar orang lain Kalau komentar ini berisi saran yang membangun untuk diri kita tidak masalah. Kita harus mendengarkannya agar tulisan kita jadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Akan tetapi, kalau kita bertemu dengan seseorang yang mengomentari karya kita dengan niat menjatuhkan dan menghancurkan diri kita, kita tidak perlu mendengarkannya. Jangan jadikan komentar negatif dari orang lain menjadi penghambat selama proses menulis. Teruslah menulis tanpa mempedulikan komentar orang lain selama apa yang kita tuliskan tidak mengandung konten negatif. Ketika kita telah melakukan beberapa cara di atas, semoga kita bisa mengatasi penyakit berbahaya ini saat dia datang menghampiri. Kita tidak perlu lagi kebingungan mencari cara untuk mengatasinya. Kita harus tetap semangat untuk berkarya. Buang jauh-jauh hal negatif yang dapat menghambat proses menulis kita. Ambil hal-hal positifnya yang dapat memotivasi diri agar tulisan kita bisa segera terselesaikan.

News

Menjadi Kaya Raya Hanya dengan Menulis? Nggak Percaya?

Banyak orang yang menganggap bahwa penghasilan seorang penulis tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka selalu memandang sepele mengenai profesi penulis. Padahal, menjadi seorang penulis itu dapat membuat kita kaya raya loh. Nggak percaya? Zaman dulu, ketika kita memiliki sebuah karya baik fiksi maupun nonfiksi ya hanya kita simpan saja di lemari sampai kertas tersebut berdebu dan berubah warna. Tetapi, zaman sekarang sudah berbeda dengan dulu. Sekarang sudah banyak platform digital yang menerima karya kita untuk dipublikasikan. Bagi penulis pemula seperti kita, platform digital ini sangat membantu untuk menerbitkan sebuah karya terutama bagi kita yang masih malu-malu dan ragu untuk menerbitkan karya ke penerbit. Dari sekian banyaknya platform digital, ada beberapa platform digital untuk kepenulisan yang dapat membuat kita kaya raya. Yuk kita simak, ada apa saja sih “brankas” yang bisa digunakan untuk seorang penulis? Seperti yang kita ketahui bersama, menerbitkan sebuah buku dan mencetaknya dalam jumlah yang fantastis memang akan membuat kita kaya raya. Akan tetapi, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk membuat sebuah buku apalagi buku tersebut memiliki ratusan lembar. Untuk menulis satu paragraf saja rasanya sudah berat apalagi menuliskan beratus-ratus bahkan beribu-ribu paragraf. Pasti puyeng, kan? Nah, berikut beberapa platform digital yang bisa kita gunakan untuk mengirimkan karya kita. JalanTikus Bagi kita yang menggemari dunia teknologi, JalanTikus adalah jawabannya. Kita bisa menjadi kontributor di JalanTikus. JalanTikus itu apa sih? JalanTikus adalah laman teknologi berbahasa Indonesia yang menyajikan informasi mengenai gadget, game, film, dan segala jenis informasi teknologi lainnya. Tahukah kalian kalau JalanTikus ini bisa membuat seorang penulis kaya raya? Di JalanTikus ini tulisan yang dipublikasikan akan mendapat bayaran sebesar Rp 50 ribu loh. Bisa dibayangkan kalau dalam satu bulan kita rutin mengirimkan artikel dan terpilih untuk dipublikasi oleh pihak JalanTikus, sudah setebal apa dompet kita? Eits, selain mendapatkan uang kita juga akan tenar sebab nama kita akan dipajang dalam setiap tulisan yang kita buat. Basabasi.co Situs ini dapat dikatakan lebih worth it untuk dipilih sebagai salah satu platform digital kepenulisan yang membuat rekening bank menggendut. Di situs ini, kita akan lebih terpacu untuk membuat konten yang berkualitas. Basabasi.co tidak asal menerima karya yang dikirimkan oleh penulis. Mereka hanya menerima karya berupa cerpen, puisi, esai, resensi buku, dan artikel populer. Meskipun tidak semua karya dari penulis akan diterima di situs ini, tetapi Basabasi berani membayar besar untuk setiap naskah yang lolos seleksi. Bayangkan saja, untuk satu kali naskah yang lolos seleksi bayarannya mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Bagaimana kalau naskah yang kita kirimkan ini bisa merajai situs selama satu bulan? Sudah segendut apa rekening bank kita? Wah, sungguh sangat menggiurkan ya? Wattpad Situs atau aplikasi yang terakhir adalah Wattpad. Tentu kita sudah sering mendengarnya, terutama bagi remaja yang senang menulis dan membaca buku elektronik dengan gaya bahasa yang ringan serta kisahnya yang menye-menye. WattPad dapat dijadikan sebagai wadah untuk mendapatkan penghasilan dari menulis. Memang, penghasilan yang didapatkan dari WattPad ini tidak langsung terlihat. Kita harus terus menerus membuat tulisan yang menarik agar dapat dilirik oleh penerbit. Eh nggak cuman penerbit saja yang akan meliriknya, bisa-bisa kalau kita membuat tulisan yang menarik akan ada storywriter atau penulis cerita yang akan tertarik untuk menjadikannya sebuah film. Menarik bukan kalau naskah kita dapat dijadikan sebuah film? Itu adalah beberapa platform digital yang dapat digunakan oleh seorang penulis pemula. Beberapa platform digital tersebut dapat kita gunakan untuk meraup keuntungan hingga jutaan rupiah setiap bulannya. Dengan begitu, kita dapat membuktikan ke orang lain kalau menjadi seorang penulis juga dapat memenuhi kebutuhan hidup. Profesi penulis bukan profesi yang sembarangan. Profesi ini bisa menjadi ladang uang kalau memang kita menekuninya.

News

Yuk Belajar Mengatasi Writer’s Block

Writer’s block adalah penyakit umum yang sering dialami oleh para penulis, terutama penulis pemula. Meski penyakit ini umum dialami oleh seorang penulis, akan tetapi penyakit ini sangat berbahaya. Ketika penyakit ini datang, kita pasti akan berputus asa dengan tulisan kita. Kita cenderung ingin menghentikan proses menulis yang sedang dijalani. Eits, nggak seharusnya kita berputus asa ketika mengalami writer’s block. Ketika writer’s block ini menghinggapi diri kita, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini. Harus lebih mempersiapkan segala macam tetek bengek yang berkaitan dengan karya kita Ini yang sering kali dilupakan oleh seorang penulis. Kita merasa tidak perlu mempersiapkan segala sesuatunya sebelum memulai berperang. Apalagi sampai mencatat segala tetek bengek atau printilan yang menjadi unsur penting tulisan kita. Kita menganggap segala persiapan itu hal sepele dan di luar kepala sehingga tercetuslah pemikiran bahwa diri ini sudah mampu berperang tanpa senjata. Kurangnya persiapan sebelum menulis inilah yang dapat memunculkan penyakit writer’s block menghampiri kita. Penulis itu sama seperti tentara. Ketika seorang tentara ingin berperang, ia pasti akan menyiapkan segala macam senjata untuk melawan musuh agar menang dalam peperangan. Begitu pula dengan penulis. Penulis harus mempersiapkan segala macam alat tempurnya sebelum memulai menulis. Sebagai penulis, kita harus mencatat apa saja yang ingin kita tuliskan. Poin-poin apa saja yang ingin kita munculkan di dalam tulisan kita. Semua ini dilakukan agar lebih terarah dan dapat menolong kita ketika lupa dengan apa yang ditulis. Tahan ego kita Loh, apa hubungannya ego dengan proses menulis? Begini. Ketika kita selalu mengharapkan hasil yang sempurna untuk karya kita apalagi kita baru terjun di dunia kepenulisan, tidak ada yang menjamin kalau kita tidak akan terkungkung dengan ambisi kita. Rasa ambisi ini akan terus berkembang seiring mindset perfeksionis yang ada dalam diri kita. Kita selalu berusaha untuk menjadikan karya kita ini sebagai sebuah karya yang sangat sempurna layaknya masterpiece bak penulis terkenal di dunia padahal ilmu yang kita miliki masih sangat jauh dari kata profesional. Nah, oleh karena itu kita harus menahan ego kita untuk tidak menjadi seseorang yang perfeksionis dalam hal menulis sebab hal ini dapat membuat diri kita merasa tidak puas dengan karya yang sudah kita tuliskan. Jangan meragukan kualitas tulisan dari diri kita Ini juga sering dialami oleh penulis pemula. Kita merasa tidak pede dengan tulisan kita. Kita selalu merasa bahwa karya kita tidak layak untuk dipublikasikan apalagi diterbitkan menjadi sebuah buku. Hei, kita tidak boleh beranggapan seperti itu. Kita harus percaya dengan kemampuan dari diri kita. Kalau kita terus terkungkung di dalam perasaan tidak mampu, ragu akan kemampuan kita, kita tidak akan menjadi pribadi yang lebih maju. Kita juga tidak dapat menyelesaikan karya kita sesuai dengan target yang telah dibuat. Jangan pedulikan komentar orang lain Kalau komentar ini berisi saran yang membangun untuk diri kita tidak masalah. Kita harus mendengarkannya agar tulisan kita jadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Akan tetapi, kalau kita bertemu dengan seseorang yang mengomentari karya kita dengan niat menjatuhkan dan menghancurkan diri kita, kita tidak perlu mendengarkannya. Jangan jadikan komentar negatif dari orang lain menjadi penghambat selama proses menulis. Teruslah menulis tanpa mempedulikan komentar orang lain selama apa yang kita tuliskan tidak mengandung konten negatif. Ketika kita telah melakukan beberapa cara di atas, semoga kita bisa mengatasi penyakit berbahaya ini saat dia datang menghampiri. Kita tidak perlu lagi kebingungan mencari cara untuk mengatasinya. Kita harus tetap semangat untuk berkarya. Buang jauh-jauh hal negatif yang dapat menghambat proses menulis kita. Ambil hal-hal positifnya yang dapat memotivasi diri agar tulisan kita bisa segera terselesaikan.

News

Menjadi Kaya Raya Hanya dengan Menulis? Nggak Percaya?

Banyak orang yang menganggap bahwa penghasilan seorang penulis tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka selalu memandang sepele mengenai profesi penulis. Padahal, menjadi seorang penulis itu dapat membuat kita kaya raya loh. Nggak percaya? Zaman dulu, ketika kita memiliki sebuah karya baik fiksi maupun nonfiksi ya hanya kita simpan saja di lemari sampai kertas tersebut berdebu dan berubah warna. Tetapi, zaman sekarang sudah berbeda dengan dulu. Sekarang sudah banyak platform digital yang menerima karya kita untuk dipublikasikan. Bagi penulis pemula seperti kita, platform digital ini sangat membantu untuk menerbitkan sebuah karya terutama bagi kita yang masih malu-malu dan ragu untuk menerbitkan karya ke penerbit. Dari sekian banyaknya platform digital, ada beberapa platform digital untuk kepenulisan yang dapat membuat kita kaya raya. Yuk kita simak, ada apa saja sih “brankas” yang bisa digunakan untuk seorang penulis? Seperti yang kita ketahui bersama, menerbitkan sebuah buku dan mencetaknya dalam jumlah yang fantastis memang akan membuat kita kaya raya. Akan tetapi, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk membuat sebuah buku apalagi buku tersebut memiliki ratusan lembar. Untuk menulis satu paragraf saja rasanya sudah berat apalagi menuliskan beratus-ratus bahkan beribu-ribu paragraf. Pasti puyeng, kan? Nah, berikut beberapa platform digital yang bisa kita gunakan untuk mengirimkan karya kita. JalanTikus Bagi kita yang menggemari dunia teknologi, JalanTikus adalah jawabannya. Kita bisa menjadi kontributor di JalanTikus. JalanTikus itu apa sih? JalanTikus adalah laman teknologi berbahasa Indonesia yang menyajikan informasi mengenai gadget, game, film, dan segala jenis informasi teknologi lainnya. Tahukah kalian kalau JalanTikus ini bisa membuat seorang penulis kaya raya? Di JalanTikus ini tulisan yang dipublikasikan akan mendapat bayaran sebesar Rp 50 ribu loh. Bisa dibayangkan kalau dalam satu bulan kita rutin mengirimkan artikel dan terpilih untuk dipublikasi oleh pihak JalanTikus, sudah setebal apa dompet kita? Eits, selain mendapatkan uang kita juga akan tenar sebab nama kita akan dipajang dalam setiap tulisan yang kita buat. Basabasi.co Situs ini dapat dikatakan lebih worth it untuk dipilih sebagai salah satu platform digital kepenulisan yang membuat rekening bank menggendut. Di situs ini, kita akan lebih terpacu untuk membuat konten yang berkualitas. Basabasi.co tidak asal menerima karya yang dikirimkan oleh penulis. Mereka hanya menerima karya berupa cerpen, puisi, esai, resensi buku, dan artikel populer. Meskipun tidak semua karya dari penulis akan diterima di situs ini, tetapi Basabasi berani membayar besar untuk setiap naskah yang lolos seleksi. Bayangkan saja, untuk satu kali naskah yang lolos seleksi bayarannya mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Bagaimana kalau naskah yang kita kirimkan ini bisa merajai situs selama satu bulan? Sudah segendut apa rekening bank kita? Wah, sungguh sangat menggiurkan ya? Wattpad Situs atau aplikasi yang terakhir adalah Wattpad. Tentu kita sudah sering mendengarnya, terutama bagi remaja yang senang menulis dan membaca buku elektronik dengan gaya bahasa yang ringan serta kisahnya yang menye-menye. WattPad dapat dijadikan sebagai wadah untuk mendapatkan penghasilan dari menulis. Memang, penghasilan yang didapatkan dari WattPad ini tidak langsung terlihat. Kita harus terus menerus membuat tulisan yang menarik agar dapat dilirik oleh penerbit. Eh nggak cuman penerbit saja yang akan meliriknya, bisa-bisa kalau kita membuat tulisan yang menarik akan ada storywriter atau penulis cerita yang akan tertarik untuk menjadikannya sebuah film. Menarik bukan kalau naskah kita dapat dijadikan sebuah film? Itu adalah beberapa platform digital yang dapat digunakan oleh seorang penulis pemula. Beberapa platform digital tersebut dapat kita gunakan untuk meraup keuntungan hingga jutaan rupiah setiap bulannya. Dengan begitu, kita dapat membuktikan ke orang lain kalau menjadi seorang penulis juga dapat memenuhi kebutuhan hidup. Profesi penulis bukan profesi yang sembarangan. Profesi ini bisa menjadi ladang uang kalau memang kita menekuninya.

Scroll to Top