konten menulis

News

Menulis Membutuhkan Inspirasi? Benar atau Salah?

Banyak orang yang bilang bahwa menulis itu adalah hal yang paling sulit. Menulis membutuhkan berbagai macam inspirasi. Tidak banyak orang yang mampu mendapatkan inspirasi dalam menulis. Padahal, sebenarnya inspirasi untuk menulis itu bisa didapatkan dari beberapa sumber. Kita tidak perlu susah payah mencari ke sana ke mari hingga ke penjuru dunia untuk mendapatkan sumber inspirasi dalam menulis. Sumber-sumber inspirasi untuk menulis bisa kita jumpai di kehidupan kita sehari-hari. Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa sumber-sumber inilah yang dapat digunakan sebagai pemantik untuk memunculkan inspirasi dalam otak kita. Apa saja sih sumber-sumber tersebut? Musik Bagi sebagian orang terutama seseorang yang memiliki kecerdasan musikal, mereka akan cenderung menggunakan musik sebagai media atau sumber untuk mendapatkan inspirasi. Dengan mendengarkan musik, seseorang akan merasa terpacu untuk menulis. Mereka beranggapan bahwa ide-ide cemerlang akan muncul ketika mereka mendengarkan musik. Ketika ide-ide ini muncul, otomatis akan memudahkan mereka dalam menyelesaikan tulisannya. Alam Bagi seseorang yang memiliki kecerdasan naturalis, alam merupakan teman baik mereka. Mereka akan dengan mudah mengerjakan sesuatu jika berada di alam termasuk menulis. Semua ide-ide cemerlang akan muncul seketika. Seseorang yang lebih senang mengerjakan sesuatu di alam rela bepergian jauh dan mengunjungi alam terdekat hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Bagi mereka, kondisi yang tenang, nyaman, dan asri seperti alam akan menyegarkan pikiran mereka dan memudahkan inspirasi lebih cepat masuk ke dalam otak. Buku Dengan membaca buku, kita bisa mendapatkan inspirasi untuk menulis loh. Percaya atau tidak, dengan sering membaca buku kita akan dengan mudah mendapatkan inspirasi. Bisa saja kita akan mendapatkan inspirasi dari segi diksi yang digunakan atau mungkin dari pesan yang disampaikan oleh penulis dan dapat kita sampaikan kembali dalam tulisan kita ketika isi tulisan kita sama dengan buku yang kita baca. Media Sosial Siapa bilang media sosial tidak dapat digunakan sebagai referensi untuk mendapatkan inspirasi dalam menulis? Kata siapa media sosial hanya berisi hal-hal negatif saja? Penggunaan media sosial yang sangat pesat akhir-akhir ini masih mengandung hal-hal positif yang bisa kita gunakan untuk memperoleh inspirasi. Misalkan kita bertemu dengan seorang pemulung yang viral di media sosial karena kegigihannya. Beliau bercerita pada kita bahwa beliau bisa berangkat haji dari hasil bekerjanya. Nah, kita dapat mengangkat kisah tersebut menjadi sebuah buku untuk lebih memotivasi banyak orang. Itu adalah beberapa sumber yang dapat dijadikan sumber inspirasi kita dalam menulis. Masih ada banyak hal lainnya yang dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam menulis. Menulis itu memang membutuhkan inspirasi. Inspirasi itu datang karena kita yang berusaha untuk mencarinya bukan dengan menunggu, menunggu, dan terus menunggu. Inspirasi tidak akan datang kalau kita hanya menunggunya seperti yang selama ini diucapkan oleh seseorang saat kita tanya mengapa tulisanmu tak kunjung selesai. Dari beberapa sumber yang telah disebutkan di atas, mana sumber favorit kalian? Apakah semua sumber di atas adalah sumber favorit kalian atau justru tidak ada satu pun yang telah disebutkan?

News

Mengenal Victor Hugo Lebih Dalam

Siapa yang tidak mengetahui novel “Les Miserables” dan “Notre-Dame de Paris”? Kita pasti pernah mendengar judul tersebut tapi tidak mengetahui siapa penulisnya. Ya, penulis novel “Les Miserables” ini merupakan seorang penulis aliran romantisme pada abad ke-19 yang berasal dari Prancis. Beliau adalah Victor-Marie Hugo atau lebih dikenal dengan Victor Hugo. Kelahiran Victor Hugo Hugo dilahirkan pada 26 Februari 1802 dari seorang jenderal pasukan Napoleon, Joseph Leopold Sigisbert Hugo dan seorang ibu yang bernama Sophie Trebuchet. Sejak kecil, Hugo sudah sering berpindah-pindah tempat tinggal karena ayahnya yang seorang perwira tentara Napoleon. Karena rasa bosan yang dialami oleh ibunya, akhirnya Sophie memilih untuk berpisah sementara dari Leopold dan menetap di Prancis bersama anak-anaknya. Karier Victor Hugo Ketika Hugo beranjak dewasa, beliau mulai menekuni bidang menulis. Pada tahun 1816, Hugo mulai menulis meski hanya di dalam buku harian. Selang satu tahun, beliau mulai menulis puisi untuk diikutsertakan dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh l’ Academie Francaise. Pada waktu itu, beliau meraih penghargaan yang terhormat meski masih berusia 15 tahun. Karena prestasinya di bidang menulis inilah yang membuat beliau semakin menekuni dunia menulis. Pada tahun 1823, Hugo akhirnya menerbitkan novel pertamanya yang berjudul Han d’Islande tepat setelah satu tahun menikah. Selang tiga tahun, beliau menerbitkan novel keduanya yang berjudul Bug-Jargal. Selama tiga tahun proses kepenulisan novel keduanya, beliau berhasil menerbitkan lima jilid puisi yakni Les Orientales, Les Feuilles d’aitomne, Les Chants du crepuscule, Les Voix interieures, dan Les Rayons et les Ombres. Karena hal inilah beliau dikenal sebagai salah satu penulis yang sangat produktif. Beberapa karyanya tidak cukup sampai di situ saja. Pada tahun 1829, Hugo berhasil menerbitkan karya fiksi matang untuk pertama kalinya. Pada tahun 1827, Hugo juga pernah menjadi tokoh gerakan sastra romantis dalam lakon Cromwell. Kemudian di tahun 1830, beliau kembali terjun dalam dunia drama pada lakon Hernani. Sejak itu Hugo mulai menulis lakon drama. Popularitasnya sebagai penulis naskah membuatnya berhasil untuk membuat beberapa lakon seperti Marion Delorme pada tahun 1831, The King Amuses Himself pada tahun 1832, dan Ruy Blas pada tahun 1838. Tidak hanya menulis naskah drama saja, beliau juga menulis beberapa novel. Pada tahun 1831, Hugo berhasil menerbitkan novel yang berjudul “Notre-Dame de Paris”. Tak disangka, novel ini cepat diterjemahkan dalam bahasa lain di seluruh Eropa. Ternyata, beliau menulis novel ini tidak hanya sekadar menulis. Beliau ingin mempermalukan kota Paris agar memulihkan Katedral Notre Dame yang selalu diabaikan. Kemudian pada tahun 1862, Hugo berhasil menerbitkan novel dengan judul “Les Miserables”. Beliau membutuhkan waktu 17 tahun untuk menyelesaikan novel besar tentang kesengsaraan dan ketidakadilan sosial ini. Beliau terus menerus menelorkan beberapa karya hingga ajal menjemputnya. Inilah yang membuat namanya masih terus terdengar di telinga kita terutama para penulis yang mengidolakan dirinya. Semoga ada Hugo-Hugo berikutnya yang dapat meneladani sikap produktifnya dan mampu untuk berkecimpung di dunia kepenulisan serta dunia sastra hingga akhir hayat.

News

Kenalan dengan Penulis Hebat

Siapa penulis wanita favorit kalian? Pasti ada bukan? Kali ini kita akan berkenalan dengan wanita-wanita hebat yang mendobrak dunia sastra dengan karya-karyanya. Karya-karyanya memiliki ciri khas tersendiri dan dengan gamblang dituliskan. Karya-karya mereka biasanya juga dijadikan rujukan untuk sebuah tugas mata kuliah. Karena melalui karya mereka, ada banyak pengetahuan yang diketahui oleh mahasiswa, terutama mahasiswa yang tertarik dengan masa-masa sejarah 1965 dan perihal feminisme. Wanita-wanita ini di dalam karyanya membahas hal yang saat itu masih sensitif didengar oleh banyak orang. Contohnya seperti sejarah kelam G30SPKI dan kata-kata tabu perihal wanita. Siapakah mereka? Yuk kenalan! Ayu Utami Ayu Utami yang memiliki nama lengkap Justina Ayu Utami merupakan wanita yang lahir pada 21 November 1968 di kota Bogor, Jawa Barat. Ayu Utami dikenal oleh banyak orang karena novel fenomenalnya yang berjudul “Saman”. Di dalam novel tersebut, Ayu Utami dengan beraninya membicarakan masalah seks yang mana hal tersebut kala itu masih terlihat tabu untuk dibahas. Di dalam novelnya, Ayu Utami seakan mendorong para perempuan untuk lebih memahami hak-hak yang dimiliki dan kebebasannya. Ayu Utami menurut beberapa sastrawan telah membuat hal baru di dunia sastra. Melalui karyanya yang berani itu lahirlah sebuah genre baru dalam dunia sastra yaitu sastra wangi. Laksmi Pamuntjak Wanita kelahiran Jakarta, 22 Desember 1971 ini dikenal dengan karyanya yang berjudul “Amba”. Novel Amba ditulis dengan latar belakang masa kelam di tahun 1965. Laksmi Pamuntjak dengan berani menceritakan beberapa peritiwa yang kala itu terjadi di kota-kota besar mengenai G20SPKI. Novel ini juga menggambarkan pergulatan batin seorang wanita dengan norma-norma yang ada di masyarakat. Melalui karyanya, Laksmi Pamuntjak telah memperkenalkan kota-kota yang ada di Indonesia kepada dunia. Karena karya-karya Laksmi Pamuntjak juga laris di pasaran internasional. Leila S Chudori Leila Salikha Chudori atau yang lebih dikenal dengan nama Leila S Chudori merupakan sosok penulis wanita yang lahir di Jakarta, 12 Desember 1962. Leila S Chudori juga merupakan sosok penulis wanita yang dengan berani menuliskan hal-hal yang tabu bagi masyarakat. Penulis yang sudah mengeluarkan karyanya dari usia 12 tahun ini, lebih dikenal lagi melalui karyanya novel “Pulang” dan “Laut Bercerita”. Leila S Chudori dianggap mampu menyajikan sebuah cerita dari rangkaian sejarah. Di dalam kedua novel tersebut melatarbelakangi peristiwa kelam di tahun 1965. Tulisannya yang disisipi kepuitisan itu mampu membuat pembaca memahami dampak yang tidak terungkap di tahun 1965.

Report The Journey

Menyelami Ilmu Bersama Pengusaha Bubur Bayi Organik Asal Sidoarjo

  Kamis, 10 Juni 2021 – Kantor Utama bebiCare Sidoarjo. Hari ini, Kamis, 10 Juni merupakan kunjungan kami kepada salah seorang pengusaha bubur bayi organik di Sidoarjo. Ratusan outlet-nya telah tersebar ke seluruh penjuru Jawa Timur. Beliau adalah Bapak Waluyo owner bebiCare! Pengusaha hebat yang mengizinkan kami untuk belajar banyak dari pengalaman beliau. Telah banyak serangkaian perjalanan yang dilalui oleh Pak Waluyo, termasuk ketika beliau mengalami pasang-surut dalam hal bisnis. Namun dengan modal ketekunan dan tekad kuat, beliau berhasil melewati tiap fase sulit tersebut dan bebiCare adalah jawaban dari seluruh ikhtiar beliau. Banyak pelajaran berharga yang dapat kita ambil pada kesempatan bertemu langsung dengan beliau, salah satunya tentang bagaimana kita menjadi pribadi yang kuat dan pantang menyerah. Kemudian bagaimana menjadi tetap rendah diri ketika kita sedang berada di puncak kesuksesan. Beliau berharap keberadaan bukunya kelak dapat menjadi inspirasi yang menebarkan banyak manfaat, baik bagi para pengusaha ataupun masyarakat pada umumnya. -Salam Literasi!-

Tips

Kapan Saja Waktu yang Tepat untuk Menulis Buku?

Banyak penulis yang memilih waktu malam hari hingga bahkan begadang untuk menulis buku. Akan tetapi waktu yang tepat untuk menulis buku, nyatanya bukan hanya pada malam hari saja. Banyak waktu yang dapat kita manfaatkan untuk menulis buku. Lalu, sebenarnya kapan waktu yang paling tepat untuk memulai menulis buku? Waktu paling tepat untuk menulis buku yang pertama adalah sekarang. Menurut A’a Gym, semua hal dapat dimulai dari hal yang paling kecil, dari diri sendiri, dan mulai sekarang. Sebab, jika kita menunda waktu, kita akan melupakan ide-ide kreatif yang muncul pada saat itu. Kita mungkin tidak akan menemukan lagi ide-ide tersebut untuk kedua kalinya. Oleh sebab itu, untuk menulis buku tidak perlu menunda-nunda waktu lagi. Kita dapat dengan mudah untuk memulainya dari sekarang juga. Saat kita berada di mana saja dan kapan saja. Kedua, adalah di pagi hari. Kenapa di pagi hari? Sebab di pagi hari terutama setelah bangun tidur tubuh kita dalam keadaan segar. Untuk mendapatkan waktu yang optimal, kalian bisa bangun saat sepertiga malam. Waktu tersebut merupakan waktu di mana tubuh terasa paling segar sehingga otak dapat bekerja secara maksimal. Ketiga, adalah sehabis maghrib. Waktu ini dinilai sebagai waktu kreatif yang dapat memunculkan banyak ide-ide kreatif untuk menulis buku. Keempat yakni di malam hari. Beberapa penulis lebih nyaman untuk menulis pada malam hari. Menurut mereka, malam hari merupakan waktu yang nyaman dan tenang untuk menulis. Dengan begitu, kita akan mendapatkan banyak ide-ide kreatif untuk menulis buku. Untuk mengoptimalkan waktu saat menulis, bisa juga dengan membuat jadwal kegiatan menulis sendiri. Selain mengoptimalkan waktu menulis, membuat jadwal ini juga merupakan cara untuk melatih hidup disiplin. Untuk melatih kedisiplinan dan terus berkarya menuangkan ide-ide kreatif kalian ke dalam buku, perlu menjaga komitmen terhadap jadwal yang telah dibuat tersebut. Jadi tunggu apalagi? Jangan menunda waktu untuk menuliskan ide-ide kreatifmu!

Tips

Ciri Khas dalam Penulisan Biografi

(sumber: detik.com) Penulisan biografi sering kali diidentikkan dengan penulisan karya sastra mengenai kisah hidup seseorang. Melalui hal tersebut, umumnya kita dapat mengetahui kisah hidup seseorang mulai dari awal kelahirannya hingga akhir hayatnya, apabila tokoh yang ada dalam buku tersebut sudah wafat.             Selain itu, masih banyak ciri khas lain yang sangat melekat pada penulisan buku biografi. Hal ini penting untuk diketahui agar kita tidak salah dalam membedakan buku biografi dengan buku-buku riwayat hidup lainnya. Penasaran? Langsung saja simak uraian berikut ini. Bersifat Non Fiksi                 Sudah bukan rahasia lagi apabila dalam penulisan biografi memiliki sifat non fiksi. Hal ini karena kisah-kisah yang ada di dalamnya berisikan tentang kejadian nyata sehingga tidak ada unsur imajinatif di dalamnya. Hanya saja terkadang ada beberapa penulis yang menambahkan unsur dramatisir agar cerita yang ada tampak lebih menarik. Disajikan dalam Bentuk Narasi             Pada umumnya, tulisan biografi disajikan dalam bentuk teks narasi. Alasannya karena di dalam naskah biografi memuat cerita ataupun peristiwa yang dialami seorang tokoh sehingga dipaparkan secara deskriptif. Oleh karena ini bentuk narasi akan mampu menjadikan buku biografi tersebut menjadi sebuah cerita yang enak dibaca. Bercerita Lengkap tentang Kehidupan Tokoh             Ketika seseorang menulis buku biografi artinya ia mau menceritakan perjalanan hidupnya mulai dari kecil hingga mencapai titik tertentu. Perjalanannya dikemas dalam bentuk cerita yang diselipi nasihat-nasihat berharga sehingga para pembaca bisa mengambil pelajaran di dalamnya. Memiliki Struktur yang Jelas          Tulisan biografi harus memuat struktur yang jelas. Mulai dari kerangka waktu, setting tempat, suasana, semuanya harus digambarkan secara mendetail. Meskipun novel juga sering memuat alur dan suasana yang mendetail, hal ini sedikit berbeda karena naskah biografi memiliki susunan yang urut secara kronologis. Nah, itulah beberapa ciri khas dalam penulisan biografi. Apabila anda berminat untuk mulai menulis biografi, hendaknya dapat smembuat penulisan buku biografi yang benar dengan memasukkan unsur-unsur ciri khas yang telah diparparkan di atas.  

News

Menulis Membutuhkan Inspirasi? Benar atau Salah?

Banyak orang yang bilang bahwa menulis itu adalah hal yang paling sulit. Menulis membutuhkan berbagai macam inspirasi. Tidak banyak orang yang mampu mendapatkan inspirasi dalam menulis. Padahal, sebenarnya inspirasi untuk menulis itu bisa didapatkan dari beberapa sumber. Kita tidak perlu susah payah mencari ke sana ke mari hingga ke penjuru dunia untuk mendapatkan sumber inspirasi dalam menulis. Sumber-sumber inspirasi untuk menulis bisa kita jumpai di kehidupan kita sehari-hari. Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa sumber-sumber inilah yang dapat digunakan sebagai pemantik untuk memunculkan inspirasi dalam otak kita. Apa saja sih sumber-sumber tersebut? Musik Bagi sebagian orang terutama seseorang yang memiliki kecerdasan musikal, mereka akan cenderung menggunakan musik sebagai media atau sumber untuk mendapatkan inspirasi. Dengan mendengarkan musik, seseorang akan merasa terpacu untuk menulis. Mereka beranggapan bahwa ide-ide cemerlang akan muncul ketika mereka mendengarkan musik. Ketika ide-ide ini muncul, otomatis akan memudahkan mereka dalam menyelesaikan tulisannya. Alam Bagi seseorang yang memiliki kecerdasan naturalis, alam merupakan teman baik mereka. Mereka akan dengan mudah mengerjakan sesuatu jika berada di alam termasuk menulis. Semua ide-ide cemerlang akan muncul seketika. Seseorang yang lebih senang mengerjakan sesuatu di alam rela bepergian jauh dan mengunjungi alam terdekat hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Bagi mereka, kondisi yang tenang, nyaman, dan asri seperti alam akan menyegarkan pikiran mereka dan memudahkan inspirasi lebih cepat masuk ke dalam otak. Buku Dengan membaca buku, kita bisa mendapatkan inspirasi untuk menulis loh. Percaya atau tidak, dengan sering membaca buku kita akan dengan mudah mendapatkan inspirasi. Bisa saja kita akan mendapatkan inspirasi dari segi diksi yang digunakan atau mungkin dari pesan yang disampaikan oleh penulis dan dapat kita sampaikan kembali dalam tulisan kita ketika isi tulisan kita sama dengan buku yang kita baca. Media Sosial Siapa bilang media sosial tidak dapat digunakan sebagai referensi untuk mendapatkan inspirasi dalam menulis? Kata siapa media sosial hanya berisi hal-hal negatif saja? Penggunaan media sosial yang sangat pesat akhir-akhir ini masih mengandung hal-hal positif yang bisa kita gunakan untuk memperoleh inspirasi. Misalkan kita bertemu dengan seorang pemulung yang viral di media sosial karena kegigihannya. Beliau bercerita pada kita bahwa beliau bisa berangkat haji dari hasil bekerjanya. Nah, kita dapat mengangkat kisah tersebut menjadi sebuah buku untuk lebih memotivasi banyak orang. Itu adalah beberapa sumber yang dapat dijadikan sumber inspirasi kita dalam menulis. Masih ada banyak hal lainnya yang dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam menulis. Menulis itu memang membutuhkan inspirasi. Inspirasi itu datang karena kita yang berusaha untuk mencarinya bukan dengan menunggu, menunggu, dan terus menunggu. Inspirasi tidak akan datang kalau kita hanya menunggunya seperti yang selama ini diucapkan oleh seseorang saat kita tanya mengapa tulisanmu tak kunjung selesai. Dari beberapa sumber yang telah disebutkan di atas, mana sumber favorit kalian? Apakah semua sumber di atas adalah sumber favorit kalian atau justru tidak ada satu pun yang telah disebutkan?

News

Mengenal Victor Hugo Lebih Dalam

Siapa yang tidak mengetahui novel “Les Miserables” dan “Notre-Dame de Paris”? Kita pasti pernah mendengar judul tersebut tapi tidak mengetahui siapa penulisnya. Ya, penulis novel “Les Miserables” ini merupakan seorang penulis aliran romantisme pada abad ke-19 yang berasal dari Prancis. Beliau adalah Victor-Marie Hugo atau lebih dikenal dengan Victor Hugo. Kelahiran Victor Hugo Hugo dilahirkan pada 26 Februari 1802 dari seorang jenderal pasukan Napoleon, Joseph Leopold Sigisbert Hugo dan seorang ibu yang bernama Sophie Trebuchet. Sejak kecil, Hugo sudah sering berpindah-pindah tempat tinggal karena ayahnya yang seorang perwira tentara Napoleon. Karena rasa bosan yang dialami oleh ibunya, akhirnya Sophie memilih untuk berpisah sementara dari Leopold dan menetap di Prancis bersama anak-anaknya. Karier Victor Hugo Ketika Hugo beranjak dewasa, beliau mulai menekuni bidang menulis. Pada tahun 1816, Hugo mulai menulis meski hanya di dalam buku harian. Selang satu tahun, beliau mulai menulis puisi untuk diikutsertakan dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh l’ Academie Francaise. Pada waktu itu, beliau meraih penghargaan yang terhormat meski masih berusia 15 tahun. Karena prestasinya di bidang menulis inilah yang membuat beliau semakin menekuni dunia menulis. Pada tahun 1823, Hugo akhirnya menerbitkan novel pertamanya yang berjudul Han d’Islande tepat setelah satu tahun menikah. Selang tiga tahun, beliau menerbitkan novel keduanya yang berjudul Bug-Jargal. Selama tiga tahun proses kepenulisan novel keduanya, beliau berhasil menerbitkan lima jilid puisi yakni Les Orientales, Les Feuilles d’aitomne, Les Chants du crepuscule, Les Voix interieures, dan Les Rayons et les Ombres. Karena hal inilah beliau dikenal sebagai salah satu penulis yang sangat produktif. Beberapa karyanya tidak cukup sampai di situ saja. Pada tahun 1829, Hugo berhasil menerbitkan karya fiksi matang untuk pertama kalinya. Pada tahun 1827, Hugo juga pernah menjadi tokoh gerakan sastra romantis dalam lakon Cromwell. Kemudian di tahun 1830, beliau kembali terjun dalam dunia drama pada lakon Hernani. Sejak itu Hugo mulai menulis lakon drama. Popularitasnya sebagai penulis naskah membuatnya berhasil untuk membuat beberapa lakon seperti Marion Delorme pada tahun 1831, The King Amuses Himself pada tahun 1832, dan Ruy Blas pada tahun 1838. Tidak hanya menulis naskah drama saja, beliau juga menulis beberapa novel. Pada tahun 1831, Hugo berhasil menerbitkan novel yang berjudul “Notre-Dame de Paris”. Tak disangka, novel ini cepat diterjemahkan dalam bahasa lain di seluruh Eropa. Ternyata, beliau menulis novel ini tidak hanya sekadar menulis. Beliau ingin mempermalukan kota Paris agar memulihkan Katedral Notre Dame yang selalu diabaikan. Kemudian pada tahun 1862, Hugo berhasil menerbitkan novel dengan judul “Les Miserables”. Beliau membutuhkan waktu 17 tahun untuk menyelesaikan novel besar tentang kesengsaraan dan ketidakadilan sosial ini. Beliau terus menerus menelorkan beberapa karya hingga ajal menjemputnya. Inilah yang membuat namanya masih terus terdengar di telinga kita terutama para penulis yang mengidolakan dirinya. Semoga ada Hugo-Hugo berikutnya yang dapat meneladani sikap produktifnya dan mampu untuk berkecimpung di dunia kepenulisan serta dunia sastra hingga akhir hayat.

News

Kenalan dengan Penulis Hebat

Siapa penulis wanita favorit kalian? Pasti ada bukan? Kali ini kita akan berkenalan dengan wanita-wanita hebat yang mendobrak dunia sastra dengan karya-karyanya. Karya-karyanya memiliki ciri khas tersendiri dan dengan gamblang dituliskan. Karya-karya mereka biasanya juga dijadikan rujukan untuk sebuah tugas mata kuliah. Karena melalui karya mereka, ada banyak pengetahuan yang diketahui oleh mahasiswa, terutama mahasiswa yang tertarik dengan masa-masa sejarah 1965 dan perihal feminisme. Wanita-wanita ini di dalam karyanya membahas hal yang saat itu masih sensitif didengar oleh banyak orang. Contohnya seperti sejarah kelam G30SPKI dan kata-kata tabu perihal wanita. Siapakah mereka? Yuk kenalan! Ayu Utami Ayu Utami yang memiliki nama lengkap Justina Ayu Utami merupakan wanita yang lahir pada 21 November 1968 di kota Bogor, Jawa Barat. Ayu Utami dikenal oleh banyak orang karena novel fenomenalnya yang berjudul “Saman”. Di dalam novel tersebut, Ayu Utami dengan beraninya membicarakan masalah seks yang mana hal tersebut kala itu masih terlihat tabu untuk dibahas. Di dalam novelnya, Ayu Utami seakan mendorong para perempuan untuk lebih memahami hak-hak yang dimiliki dan kebebasannya. Ayu Utami menurut beberapa sastrawan telah membuat hal baru di dunia sastra. Melalui karyanya yang berani itu lahirlah sebuah genre baru dalam dunia sastra yaitu sastra wangi. Laksmi Pamuntjak Wanita kelahiran Jakarta, 22 Desember 1971 ini dikenal dengan karyanya yang berjudul “Amba”. Novel Amba ditulis dengan latar belakang masa kelam di tahun 1965. Laksmi Pamuntjak dengan berani menceritakan beberapa peritiwa yang kala itu terjadi di kota-kota besar mengenai G20SPKI. Novel ini juga menggambarkan pergulatan batin seorang wanita dengan norma-norma yang ada di masyarakat. Melalui karyanya, Laksmi Pamuntjak telah memperkenalkan kota-kota yang ada di Indonesia kepada dunia. Karena karya-karya Laksmi Pamuntjak juga laris di pasaran internasional. Leila S Chudori Leila Salikha Chudori atau yang lebih dikenal dengan nama Leila S Chudori merupakan sosok penulis wanita yang lahir di Jakarta, 12 Desember 1962. Leila S Chudori juga merupakan sosok penulis wanita yang dengan berani menuliskan hal-hal yang tabu bagi masyarakat. Penulis yang sudah mengeluarkan karyanya dari usia 12 tahun ini, lebih dikenal lagi melalui karyanya novel “Pulang” dan “Laut Bercerita”. Leila S Chudori dianggap mampu menyajikan sebuah cerita dari rangkaian sejarah. Di dalam kedua novel tersebut melatarbelakangi peristiwa kelam di tahun 1965. Tulisannya yang disisipi kepuitisan itu mampu membuat pembaca memahami dampak yang tidak terungkap di tahun 1965.

Report The Journey

Menyelami Ilmu Bersama Pengusaha Bubur Bayi Organik Asal Sidoarjo

  Kamis, 10 Juni 2021 – Kantor Utama bebiCare Sidoarjo. Hari ini, Kamis, 10 Juni merupakan kunjungan kami kepada salah seorang pengusaha bubur bayi organik di Sidoarjo. Ratusan outlet-nya telah tersebar ke seluruh penjuru Jawa Timur. Beliau adalah Bapak Waluyo owner bebiCare! Pengusaha hebat yang mengizinkan kami untuk belajar banyak dari pengalaman beliau. Telah banyak serangkaian perjalanan yang dilalui oleh Pak Waluyo, termasuk ketika beliau mengalami pasang-surut dalam hal bisnis. Namun dengan modal ketekunan dan tekad kuat, beliau berhasil melewati tiap fase sulit tersebut dan bebiCare adalah jawaban dari seluruh ikhtiar beliau. Banyak pelajaran berharga yang dapat kita ambil pada kesempatan bertemu langsung dengan beliau, salah satunya tentang bagaimana kita menjadi pribadi yang kuat dan pantang menyerah. Kemudian bagaimana menjadi tetap rendah diri ketika kita sedang berada di puncak kesuksesan. Beliau berharap keberadaan bukunya kelak dapat menjadi inspirasi yang menebarkan banyak manfaat, baik bagi para pengusaha ataupun masyarakat pada umumnya. -Salam Literasi!-

Scroll to Top