membaca

News

Menulis Membutuhkan Inspirasi? Benar atau Salah?

Banyak orang yang bilang bahwa menulis itu adalah hal yang paling sulit. Menulis membutuhkan berbagai macam inspirasi. Tidak banyak orang yang mampu mendapatkan inspirasi dalam menulis. Padahal, sebenarnya inspirasi untuk menulis itu bisa didapatkan dari beberapa sumber. Kita tidak perlu susah payah mencari ke sana ke mari hingga ke penjuru dunia untuk mendapatkan sumber inspirasi dalam menulis. Sumber-sumber inspirasi untuk menulis bisa kita jumpai di kehidupan kita sehari-hari. Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa sumber-sumber inilah yang dapat digunakan sebagai pemantik untuk memunculkan inspirasi dalam otak kita. Apa saja sih sumber-sumber tersebut? Musik Bagi sebagian orang terutama seseorang yang memiliki kecerdasan musikal, mereka akan cenderung menggunakan musik sebagai media atau sumber untuk mendapatkan inspirasi. Dengan mendengarkan musik, seseorang akan merasa terpacu untuk menulis. Mereka beranggapan bahwa ide-ide cemerlang akan muncul ketika mereka mendengarkan musik. Ketika ide-ide ini muncul, otomatis akan memudahkan mereka dalam menyelesaikan tulisannya. Alam Bagi seseorang yang memiliki kecerdasan naturalis, alam merupakan teman baik mereka. Mereka akan dengan mudah mengerjakan sesuatu jika berada di alam termasuk menulis. Semua ide-ide cemerlang akan muncul seketika. Seseorang yang lebih senang mengerjakan sesuatu di alam rela bepergian jauh dan mengunjungi alam terdekat hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Bagi mereka, kondisi yang tenang, nyaman, dan asri seperti alam akan menyegarkan pikiran mereka dan memudahkan inspirasi lebih cepat masuk ke dalam otak. Buku Dengan membaca buku, kita bisa mendapatkan inspirasi untuk menulis loh. Percaya atau tidak, dengan sering membaca buku kita akan dengan mudah mendapatkan inspirasi. Bisa saja kita akan mendapatkan inspirasi dari segi diksi yang digunakan atau mungkin dari pesan yang disampaikan oleh penulis dan dapat kita sampaikan kembali dalam tulisan kita ketika isi tulisan kita sama dengan buku yang kita baca. Media Sosial Siapa bilang media sosial tidak dapat digunakan sebagai referensi untuk mendapatkan inspirasi dalam menulis? Kata siapa media sosial hanya berisi hal-hal negatif saja? Penggunaan media sosial yang sangat pesat akhir-akhir ini masih mengandung hal-hal positif yang bisa kita gunakan untuk memperoleh inspirasi. Misalkan kita bertemu dengan seorang pemulung yang viral di media sosial karena kegigihannya. Beliau bercerita pada kita bahwa beliau bisa berangkat haji dari hasil bekerjanya. Nah, kita dapat mengangkat kisah tersebut menjadi sebuah buku untuk lebih memotivasi banyak orang. Itu adalah beberapa sumber yang dapat dijadikan sumber inspirasi kita dalam menulis. Masih ada banyak hal lainnya yang dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam menulis. Menulis itu memang membutuhkan inspirasi. Inspirasi itu datang karena kita yang berusaha untuk mencarinya bukan dengan menunggu, menunggu, dan terus menunggu. Inspirasi tidak akan datang kalau kita hanya menunggunya seperti yang selama ini diucapkan oleh seseorang saat kita tanya mengapa tulisanmu tak kunjung selesai. Dari beberapa sumber yang telah disebutkan di atas, mana sumber favorit kalian? Apakah semua sumber di atas adalah sumber favorit kalian atau justru tidak ada satu pun yang telah disebutkan?

News

Menjadi Kaya Raya Hanya dengan Menulis? Nggak Percaya?

Banyak orang yang menganggap bahwa penghasilan seorang penulis tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka selalu memandang sepele mengenai profesi penulis. Padahal, menjadi seorang penulis itu dapat membuat kita kaya raya loh. Nggak percaya? Zaman dulu, ketika kita memiliki sebuah karya baik fiksi maupun nonfiksi ya hanya kita simpan saja di lemari sampai kertas tersebut berdebu dan berubah warna. Tetapi, zaman sekarang sudah berbeda dengan dulu. Sekarang sudah banyak platform digital yang menerima karya kita untuk dipublikasikan. Bagi penulis pemula seperti kita, platform digital ini sangat membantu untuk menerbitkan sebuah karya terutama bagi kita yang masih malu-malu dan ragu untuk menerbitkan karya ke penerbit. Dari sekian banyaknya platform digital, ada beberapa platform digital untuk kepenulisan yang dapat membuat kita kaya raya. Yuk kita simak, ada apa saja sih “brankas” yang bisa digunakan untuk seorang penulis? Seperti yang kita ketahui bersama, menerbitkan sebuah buku dan mencetaknya dalam jumlah yang fantastis memang akan membuat kita kaya raya. Akan tetapi, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk membuat sebuah buku apalagi buku tersebut memiliki ratusan lembar. Untuk menulis satu paragraf saja rasanya sudah berat apalagi menuliskan beratus-ratus bahkan beribu-ribu paragraf. Pasti puyeng, kan? Nah, berikut beberapa platform digital yang bisa kita gunakan untuk mengirimkan karya kita. JalanTikus Bagi kita yang menggemari dunia teknologi, JalanTikus adalah jawabannya. Kita bisa menjadi kontributor di JalanTikus. JalanTikus itu apa sih? JalanTikus adalah laman teknologi berbahasa Indonesia yang menyajikan informasi mengenai gadget, game, film, dan segala jenis informasi teknologi lainnya. Tahukah kalian kalau JalanTikus ini bisa membuat seorang penulis kaya raya? Di JalanTikus ini tulisan yang dipublikasikan akan mendapat bayaran sebesar Rp 50 ribu loh. Bisa dibayangkan kalau dalam satu bulan kita rutin mengirimkan artikel dan terpilih untuk dipublikasi oleh pihak JalanTikus, sudah setebal apa dompet kita? Eits, selain mendapatkan uang kita juga akan tenar sebab nama kita akan dipajang dalam setiap tulisan yang kita buat. Basabasi.co Situs ini dapat dikatakan lebih worth it untuk dipilih sebagai salah satu platform digital kepenulisan yang membuat rekening bank menggendut. Di situs ini, kita akan lebih terpacu untuk membuat konten yang berkualitas. Basabasi.co tidak asal menerima karya yang dikirimkan oleh penulis. Mereka hanya menerima karya berupa cerpen, puisi, esai, resensi buku, dan artikel populer. Meskipun tidak semua karya dari penulis akan diterima di situs ini, tetapi Basabasi berani membayar besar untuk setiap naskah yang lolos seleksi. Bayangkan saja, untuk satu kali naskah yang lolos seleksi bayarannya mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Bagaimana kalau naskah yang kita kirimkan ini bisa merajai situs selama satu bulan? Sudah segendut apa rekening bank kita? Wah, sungguh sangat menggiurkan ya? Wattpad Situs atau aplikasi yang terakhir adalah Wattpad. Tentu kita sudah sering mendengarnya, terutama bagi remaja yang senang menulis dan membaca buku elektronik dengan gaya bahasa yang ringan serta kisahnya yang menye-menye. WattPad dapat dijadikan sebagai wadah untuk mendapatkan penghasilan dari menulis. Memang, penghasilan yang didapatkan dari WattPad ini tidak langsung terlihat. Kita harus terus menerus membuat tulisan yang menarik agar dapat dilirik oleh penerbit. Eh nggak cuman penerbit saja yang akan meliriknya, bisa-bisa kalau kita membuat tulisan yang menarik akan ada storywriter atau penulis cerita yang akan tertarik untuk menjadikannya sebuah film. Menarik bukan kalau naskah kita dapat dijadikan sebuah film? Itu adalah beberapa platform digital yang dapat digunakan oleh seorang penulis pemula. Beberapa platform digital tersebut dapat kita gunakan untuk meraup keuntungan hingga jutaan rupiah setiap bulannya. Dengan begitu, kita dapat membuktikan ke orang lain kalau menjadi seorang penulis juga dapat memenuhi kebutuhan hidup. Profesi penulis bukan profesi yang sembarangan. Profesi ini bisa menjadi ladang uang kalau memang kita menekuninya.

News

Kenalan dengan Penulis Hebat

Siapa penulis wanita favorit kalian? Pasti ada bukan? Kali ini kita akan berkenalan dengan wanita-wanita hebat yang mendobrak dunia sastra dengan karya-karyanya. Karya-karyanya memiliki ciri khas tersendiri dan dengan gamblang dituliskan. Karya-karya mereka biasanya juga dijadikan rujukan untuk sebuah tugas mata kuliah. Karena melalui karya mereka, ada banyak pengetahuan yang diketahui oleh mahasiswa, terutama mahasiswa yang tertarik dengan masa-masa sejarah 1965 dan perihal feminisme. Wanita-wanita ini di dalam karyanya membahas hal yang saat itu masih sensitif didengar oleh banyak orang. Contohnya seperti sejarah kelam G30SPKI dan kata-kata tabu perihal wanita. Siapakah mereka? Yuk kenalan! Ayu Utami Ayu Utami yang memiliki nama lengkap Justina Ayu Utami merupakan wanita yang lahir pada 21 November 1968 di kota Bogor, Jawa Barat. Ayu Utami dikenal oleh banyak orang karena novel fenomenalnya yang berjudul “Saman”. Di dalam novel tersebut, Ayu Utami dengan beraninya membicarakan masalah seks yang mana hal tersebut kala itu masih terlihat tabu untuk dibahas. Di dalam novelnya, Ayu Utami seakan mendorong para perempuan untuk lebih memahami hak-hak yang dimiliki dan kebebasannya. Ayu Utami menurut beberapa sastrawan telah membuat hal baru di dunia sastra. Melalui karyanya yang berani itu lahirlah sebuah genre baru dalam dunia sastra yaitu sastra wangi. Laksmi Pamuntjak Wanita kelahiran Jakarta, 22 Desember 1971 ini dikenal dengan karyanya yang berjudul “Amba”. Novel Amba ditulis dengan latar belakang masa kelam di tahun 1965. Laksmi Pamuntjak dengan berani menceritakan beberapa peritiwa yang kala itu terjadi di kota-kota besar mengenai G20SPKI. Novel ini juga menggambarkan pergulatan batin seorang wanita dengan norma-norma yang ada di masyarakat. Melalui karyanya, Laksmi Pamuntjak telah memperkenalkan kota-kota yang ada di Indonesia kepada dunia. Karena karya-karya Laksmi Pamuntjak juga laris di pasaran internasional. Leila S Chudori Leila Salikha Chudori atau yang lebih dikenal dengan nama Leila S Chudori merupakan sosok penulis wanita yang lahir di Jakarta, 12 Desember 1962. Leila S Chudori juga merupakan sosok penulis wanita yang dengan berani menuliskan hal-hal yang tabu bagi masyarakat. Penulis yang sudah mengeluarkan karyanya dari usia 12 tahun ini, lebih dikenal lagi melalui karyanya novel “Pulang” dan “Laut Bercerita”. Leila S Chudori dianggap mampu menyajikan sebuah cerita dari rangkaian sejarah. Di dalam kedua novel tersebut melatarbelakangi peristiwa kelam di tahun 1965. Tulisannya yang disisipi kepuitisan itu mampu membuat pembaca memahami dampak yang tidak terungkap di tahun 1965.

News

Menulis Membutuhkan Inspirasi? Benar atau Salah?

Banyak orang yang bilang bahwa menulis itu adalah hal yang paling sulit. Menulis membutuhkan berbagai macam inspirasi. Tidak banyak orang yang mampu mendapatkan inspirasi dalam menulis. Padahal, sebenarnya inspirasi untuk menulis itu bisa didapatkan dari beberapa sumber. Kita tidak perlu susah payah mencari ke sana ke mari hingga ke penjuru dunia untuk mendapatkan sumber inspirasi dalam menulis. Sumber-sumber inspirasi untuk menulis bisa kita jumpai di kehidupan kita sehari-hari. Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa sumber-sumber inilah yang dapat digunakan sebagai pemantik untuk memunculkan inspirasi dalam otak kita. Apa saja sih sumber-sumber tersebut? Musik Bagi sebagian orang terutama seseorang yang memiliki kecerdasan musikal, mereka akan cenderung menggunakan musik sebagai media atau sumber untuk mendapatkan inspirasi. Dengan mendengarkan musik, seseorang akan merasa terpacu untuk menulis. Mereka beranggapan bahwa ide-ide cemerlang akan muncul ketika mereka mendengarkan musik. Ketika ide-ide ini muncul, otomatis akan memudahkan mereka dalam menyelesaikan tulisannya. Alam Bagi seseorang yang memiliki kecerdasan naturalis, alam merupakan teman baik mereka. Mereka akan dengan mudah mengerjakan sesuatu jika berada di alam termasuk menulis. Semua ide-ide cemerlang akan muncul seketika. Seseorang yang lebih senang mengerjakan sesuatu di alam rela bepergian jauh dan mengunjungi alam terdekat hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Bagi mereka, kondisi yang tenang, nyaman, dan asri seperti alam akan menyegarkan pikiran mereka dan memudahkan inspirasi lebih cepat masuk ke dalam otak. Buku Dengan membaca buku, kita bisa mendapatkan inspirasi untuk menulis loh. Percaya atau tidak, dengan sering membaca buku kita akan dengan mudah mendapatkan inspirasi. Bisa saja kita akan mendapatkan inspirasi dari segi diksi yang digunakan atau mungkin dari pesan yang disampaikan oleh penulis dan dapat kita sampaikan kembali dalam tulisan kita ketika isi tulisan kita sama dengan buku yang kita baca. Media Sosial Siapa bilang media sosial tidak dapat digunakan sebagai referensi untuk mendapatkan inspirasi dalam menulis? Kata siapa media sosial hanya berisi hal-hal negatif saja? Penggunaan media sosial yang sangat pesat akhir-akhir ini masih mengandung hal-hal positif yang bisa kita gunakan untuk memperoleh inspirasi. Misalkan kita bertemu dengan seorang pemulung yang viral di media sosial karena kegigihannya. Beliau bercerita pada kita bahwa beliau bisa berangkat haji dari hasil bekerjanya. Nah, kita dapat mengangkat kisah tersebut menjadi sebuah buku untuk lebih memotivasi banyak orang. Itu adalah beberapa sumber yang dapat dijadikan sumber inspirasi kita dalam menulis. Masih ada banyak hal lainnya yang dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam menulis. Menulis itu memang membutuhkan inspirasi. Inspirasi itu datang karena kita yang berusaha untuk mencarinya bukan dengan menunggu, menunggu, dan terus menunggu. Inspirasi tidak akan datang kalau kita hanya menunggunya seperti yang selama ini diucapkan oleh seseorang saat kita tanya mengapa tulisanmu tak kunjung selesai. Dari beberapa sumber yang telah disebutkan di atas, mana sumber favorit kalian? Apakah semua sumber di atas adalah sumber favorit kalian atau justru tidak ada satu pun yang telah disebutkan?

News

Menjadi Kaya Raya Hanya dengan Menulis? Nggak Percaya?

Banyak orang yang menganggap bahwa penghasilan seorang penulis tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka selalu memandang sepele mengenai profesi penulis. Padahal, menjadi seorang penulis itu dapat membuat kita kaya raya loh. Nggak percaya? Zaman dulu, ketika kita memiliki sebuah karya baik fiksi maupun nonfiksi ya hanya kita simpan saja di lemari sampai kertas tersebut berdebu dan berubah warna. Tetapi, zaman sekarang sudah berbeda dengan dulu. Sekarang sudah banyak platform digital yang menerima karya kita untuk dipublikasikan. Bagi penulis pemula seperti kita, platform digital ini sangat membantu untuk menerbitkan sebuah karya terutama bagi kita yang masih malu-malu dan ragu untuk menerbitkan karya ke penerbit. Dari sekian banyaknya platform digital, ada beberapa platform digital untuk kepenulisan yang dapat membuat kita kaya raya. Yuk kita simak, ada apa saja sih “brankas” yang bisa digunakan untuk seorang penulis? Seperti yang kita ketahui bersama, menerbitkan sebuah buku dan mencetaknya dalam jumlah yang fantastis memang akan membuat kita kaya raya. Akan tetapi, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk membuat sebuah buku apalagi buku tersebut memiliki ratusan lembar. Untuk menulis satu paragraf saja rasanya sudah berat apalagi menuliskan beratus-ratus bahkan beribu-ribu paragraf. Pasti puyeng, kan? Nah, berikut beberapa platform digital yang bisa kita gunakan untuk mengirimkan karya kita. JalanTikus Bagi kita yang menggemari dunia teknologi, JalanTikus adalah jawabannya. Kita bisa menjadi kontributor di JalanTikus. JalanTikus itu apa sih? JalanTikus adalah laman teknologi berbahasa Indonesia yang menyajikan informasi mengenai gadget, game, film, dan segala jenis informasi teknologi lainnya. Tahukah kalian kalau JalanTikus ini bisa membuat seorang penulis kaya raya? Di JalanTikus ini tulisan yang dipublikasikan akan mendapat bayaran sebesar Rp 50 ribu loh. Bisa dibayangkan kalau dalam satu bulan kita rutin mengirimkan artikel dan terpilih untuk dipublikasi oleh pihak JalanTikus, sudah setebal apa dompet kita? Eits, selain mendapatkan uang kita juga akan tenar sebab nama kita akan dipajang dalam setiap tulisan yang kita buat. Basabasi.co Situs ini dapat dikatakan lebih worth it untuk dipilih sebagai salah satu platform digital kepenulisan yang membuat rekening bank menggendut. Di situs ini, kita akan lebih terpacu untuk membuat konten yang berkualitas. Basabasi.co tidak asal menerima karya yang dikirimkan oleh penulis. Mereka hanya menerima karya berupa cerpen, puisi, esai, resensi buku, dan artikel populer. Meskipun tidak semua karya dari penulis akan diterima di situs ini, tetapi Basabasi berani membayar besar untuk setiap naskah yang lolos seleksi. Bayangkan saja, untuk satu kali naskah yang lolos seleksi bayarannya mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Bagaimana kalau naskah yang kita kirimkan ini bisa merajai situs selama satu bulan? Sudah segendut apa rekening bank kita? Wah, sungguh sangat menggiurkan ya? Wattpad Situs atau aplikasi yang terakhir adalah Wattpad. Tentu kita sudah sering mendengarnya, terutama bagi remaja yang senang menulis dan membaca buku elektronik dengan gaya bahasa yang ringan serta kisahnya yang menye-menye. WattPad dapat dijadikan sebagai wadah untuk mendapatkan penghasilan dari menulis. Memang, penghasilan yang didapatkan dari WattPad ini tidak langsung terlihat. Kita harus terus menerus membuat tulisan yang menarik agar dapat dilirik oleh penerbit. Eh nggak cuman penerbit saja yang akan meliriknya, bisa-bisa kalau kita membuat tulisan yang menarik akan ada storywriter atau penulis cerita yang akan tertarik untuk menjadikannya sebuah film. Menarik bukan kalau naskah kita dapat dijadikan sebuah film? Itu adalah beberapa platform digital yang dapat digunakan oleh seorang penulis pemula. Beberapa platform digital tersebut dapat kita gunakan untuk meraup keuntungan hingga jutaan rupiah setiap bulannya. Dengan begitu, kita dapat membuktikan ke orang lain kalau menjadi seorang penulis juga dapat memenuhi kebutuhan hidup. Profesi penulis bukan profesi yang sembarangan. Profesi ini bisa menjadi ladang uang kalau memang kita menekuninya.

News

Kenalan dengan Penulis Hebat

Siapa penulis wanita favorit kalian? Pasti ada bukan? Kali ini kita akan berkenalan dengan wanita-wanita hebat yang mendobrak dunia sastra dengan karya-karyanya. Karya-karyanya memiliki ciri khas tersendiri dan dengan gamblang dituliskan. Karya-karya mereka biasanya juga dijadikan rujukan untuk sebuah tugas mata kuliah. Karena melalui karya mereka, ada banyak pengetahuan yang diketahui oleh mahasiswa, terutama mahasiswa yang tertarik dengan masa-masa sejarah 1965 dan perihal feminisme. Wanita-wanita ini di dalam karyanya membahas hal yang saat itu masih sensitif didengar oleh banyak orang. Contohnya seperti sejarah kelam G30SPKI dan kata-kata tabu perihal wanita. Siapakah mereka? Yuk kenalan! Ayu Utami Ayu Utami yang memiliki nama lengkap Justina Ayu Utami merupakan wanita yang lahir pada 21 November 1968 di kota Bogor, Jawa Barat. Ayu Utami dikenal oleh banyak orang karena novel fenomenalnya yang berjudul “Saman”. Di dalam novel tersebut, Ayu Utami dengan beraninya membicarakan masalah seks yang mana hal tersebut kala itu masih terlihat tabu untuk dibahas. Di dalam novelnya, Ayu Utami seakan mendorong para perempuan untuk lebih memahami hak-hak yang dimiliki dan kebebasannya. Ayu Utami menurut beberapa sastrawan telah membuat hal baru di dunia sastra. Melalui karyanya yang berani itu lahirlah sebuah genre baru dalam dunia sastra yaitu sastra wangi. Laksmi Pamuntjak Wanita kelahiran Jakarta, 22 Desember 1971 ini dikenal dengan karyanya yang berjudul “Amba”. Novel Amba ditulis dengan latar belakang masa kelam di tahun 1965. Laksmi Pamuntjak dengan berani menceritakan beberapa peritiwa yang kala itu terjadi di kota-kota besar mengenai G20SPKI. Novel ini juga menggambarkan pergulatan batin seorang wanita dengan norma-norma yang ada di masyarakat. Melalui karyanya, Laksmi Pamuntjak telah memperkenalkan kota-kota yang ada di Indonesia kepada dunia. Karena karya-karya Laksmi Pamuntjak juga laris di pasaran internasional. Leila S Chudori Leila Salikha Chudori atau yang lebih dikenal dengan nama Leila S Chudori merupakan sosok penulis wanita yang lahir di Jakarta, 12 Desember 1962. Leila S Chudori juga merupakan sosok penulis wanita yang dengan berani menuliskan hal-hal yang tabu bagi masyarakat. Penulis yang sudah mengeluarkan karyanya dari usia 12 tahun ini, lebih dikenal lagi melalui karyanya novel “Pulang” dan “Laut Bercerita”. Leila S Chudori dianggap mampu menyajikan sebuah cerita dari rangkaian sejarah. Di dalam kedua novel tersebut melatarbelakangi peristiwa kelam di tahun 1965. Tulisannya yang disisipi kepuitisan itu mampu membuat pembaca memahami dampak yang tidak terungkap di tahun 1965.

Scroll to Top