Mengatasi Writer’s Block

News

Yuk Belajar Mengatasi Writer’s Block

Writer’s block adalah penyakit umum yang sering dialami oleh para penulis, terutama penulis pemula. Meski penyakit ini umum dialami oleh seorang penulis, akan tetapi penyakit ini sangat berbahaya. Ketika penyakit ini datang, kita pasti akan berputus asa dengan tulisan kita. Kita cenderung ingin menghentikan proses menulis yang sedang dijalani. Eits, nggak seharusnya kita berputus asa ketika mengalami writer’s block. Ketika writer’s block ini menghinggapi diri kita, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini. Harus lebih mempersiapkan segala macam tetek bengek yang berkaitan dengan karya kita Ini yang sering kali dilupakan oleh seorang penulis. Kita merasa tidak perlu mempersiapkan segala sesuatunya sebelum memulai berperang. Apalagi sampai mencatat segala tetek bengek atau printilan yang menjadi unsur penting tulisan kita. Kita menganggap segala persiapan itu hal sepele dan di luar kepala sehingga tercetuslah pemikiran bahwa diri ini sudah mampu berperang tanpa senjata. Kurangnya persiapan sebelum menulis inilah yang dapat memunculkan penyakit writer’s block menghampiri kita. Penulis itu sama seperti tentara. Ketika seorang tentara ingin berperang, ia pasti akan menyiapkan segala macam senjata untuk melawan musuh agar menang dalam peperangan. Begitu pula dengan penulis. Penulis harus mempersiapkan segala macam alat tempurnya sebelum memulai menulis. Sebagai penulis, kita harus mencatat apa saja yang ingin kita tuliskan. Poin-poin apa saja yang ingin kita munculkan di dalam tulisan kita. Semua ini dilakukan agar lebih terarah dan dapat menolong kita ketika lupa dengan apa yang ditulis. Tahan ego kita Loh, apa hubungannya ego dengan proses menulis? Begini. Ketika kita selalu mengharapkan hasil yang sempurna untuk karya kita apalagi kita baru terjun di dunia kepenulisan, tidak ada yang menjamin kalau kita tidak akan terkungkung dengan ambisi kita. Rasa ambisi ini akan terus berkembang seiring mindset perfeksionis yang ada dalam diri kita. Kita selalu berusaha untuk menjadikan karya kita ini sebagai sebuah karya yang sangat sempurna layaknya masterpiece bak penulis terkenal di dunia padahal ilmu yang kita miliki masih sangat jauh dari kata profesional. Nah, oleh karena itu kita harus menahan ego kita untuk tidak menjadi seseorang yang perfeksionis dalam hal menulis sebab hal ini dapat membuat diri kita merasa tidak puas dengan karya yang sudah kita tuliskan. Jangan meragukan kualitas tulisan dari diri kita Ini juga sering dialami oleh penulis pemula. Kita merasa tidak pede dengan tulisan kita. Kita selalu merasa bahwa karya kita tidak layak untuk dipublikasikan apalagi diterbitkan menjadi sebuah buku. Hei, kita tidak boleh beranggapan seperti itu. Kita harus percaya dengan kemampuan dari diri kita. Kalau kita terus terkungkung di dalam perasaan tidak mampu, ragu akan kemampuan kita, kita tidak akan menjadi pribadi yang lebih maju. Kita juga tidak dapat menyelesaikan karya kita sesuai dengan target yang telah dibuat. Jangan pedulikan komentar orang lain Kalau komentar ini berisi saran yang membangun untuk diri kita tidak masalah. Kita harus mendengarkannya agar tulisan kita jadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Akan tetapi, kalau kita bertemu dengan seseorang yang mengomentari karya kita dengan niat menjatuhkan dan menghancurkan diri kita, kita tidak perlu mendengarkannya. Jangan jadikan komentar negatif dari orang lain menjadi penghambat selama proses menulis. Teruslah menulis tanpa mempedulikan komentar orang lain selama apa yang kita tuliskan tidak mengandung konten negatif. Ketika kita telah melakukan beberapa cara di atas, semoga kita bisa mengatasi penyakit berbahaya ini saat dia datang menghampiri. Kita tidak perlu lagi kebingungan mencari cara untuk mengatasinya. Kita harus tetap semangat untuk berkarya. Buang jauh-jauh hal negatif yang dapat menghambat proses menulis kita. Ambil hal-hal positifnya yang dapat memotivasi diri agar tulisan kita bisa segera terselesaikan.

Tips

Ciri Khas dalam Penulisan Biografi

(sumber: detik.com) Penulisan biografi sering kali diidentikkan dengan penulisan karya sastra mengenai kisah hidup seseorang. Melalui hal tersebut, umumnya kita dapat mengetahui kisah hidup seseorang mulai dari awal kelahirannya hingga akhir hayatnya, apabila tokoh yang ada dalam buku tersebut sudah wafat.             Selain itu, masih banyak ciri khas lain yang sangat melekat pada penulisan buku biografi. Hal ini penting untuk diketahui agar kita tidak salah dalam membedakan buku biografi dengan buku-buku riwayat hidup lainnya. Penasaran? Langsung saja simak uraian berikut ini. Bersifat Non Fiksi                 Sudah bukan rahasia lagi apabila dalam penulisan biografi memiliki sifat non fiksi. Hal ini karena kisah-kisah yang ada di dalamnya berisikan tentang kejadian nyata sehingga tidak ada unsur imajinatif di dalamnya. Hanya saja terkadang ada beberapa penulis yang menambahkan unsur dramatisir agar cerita yang ada tampak lebih menarik. Disajikan dalam Bentuk Narasi             Pada umumnya, tulisan biografi disajikan dalam bentuk teks narasi. Alasannya karena di dalam naskah biografi memuat cerita ataupun peristiwa yang dialami seorang tokoh sehingga dipaparkan secara deskriptif. Oleh karena ini bentuk narasi akan mampu menjadikan buku biografi tersebut menjadi sebuah cerita yang enak dibaca. Bercerita Lengkap tentang Kehidupan Tokoh             Ketika seseorang menulis buku biografi artinya ia mau menceritakan perjalanan hidupnya mulai dari kecil hingga mencapai titik tertentu. Perjalanannya dikemas dalam bentuk cerita yang diselipi nasihat-nasihat berharga sehingga para pembaca bisa mengambil pelajaran di dalamnya. Memiliki Struktur yang Jelas          Tulisan biografi harus memuat struktur yang jelas. Mulai dari kerangka waktu, setting tempat, suasana, semuanya harus digambarkan secara mendetail. Meskipun novel juga sering memuat alur dan suasana yang mendetail, hal ini sedikit berbeda karena naskah biografi memiliki susunan yang urut secara kronologis. Nah, itulah beberapa ciri khas dalam penulisan biografi. Apabila anda berminat untuk mulai menulis biografi, hendaknya dapat smembuat penulisan buku biografi yang benar dengan memasukkan unsur-unsur ciri khas yang telah diparparkan di atas.  

Tips

Bagaimana Agar Karya Mudah Diterima Pembaca?

(sumber : JawaPos.com) Bakat yang dimiliki seseorang tentu berbeda-beda. Ada yang memiliki bakat melukis, menyanyi, memasak, atau bahkan menulis. Berbicara mengenai bakat menulis, Anda sebenarnya tidak perlu berangkat dari bakat. Sebab syarat menjadi penulis buku hanya membutuhkan latihan dan kesungguhan. Segala sesuatu pastinya memiliki tahapan yang harus ditempuh untuk memperoleh hasil maksimal, begitu juga dalam menulis buku. Terdapat beberapa tahapan yang harus ditempuh agar menghasilkan karya hebat. Untuk lebih jelasnya, mari sama-sama belajar dalam beberapa langkah berikut. Membuat Outline             Outline atau susunan buku merupakan bagian penting yang harus dipersiapkan sebelum memulai menulis. Susunan ini berisikan bagian-bagian yang nantinya akan menjadi kerangka tulisan. Penulis bisa memploting bagian tiap bagian berdasarkan materi yang ingin diangkat dengan mengelompokkannya menjadi suatu kategori tertentu, atau yang disebut bab. Menulis Hal yang Dikuasai Cara membuat buku agar mudah diterima pembaca adalah dengan menuliskan hal-hal yang dikuasai. Bayangkan ketika Anda adalah orang dengan keahlian di bidang kesehatan tetapi menulis sesuatu tentang masalah keuangan. Hal ini tentu kurang relevan karena Anda tidak akan bisa membahas bidang tersebut secara mendalam. Riset Bahan Setelah mengetahui topik yang ingin diangkat dan Anda memang menguasainya, selanjutnya pastikan untuk melakukan riset bahan secara mendalam. Riset bahan ini akan sangat membantu memperluas materi yang Anda bahas, apalagi pembaca hari ini menyukai suatu pembahasan yang singkat tetapi dikupas secara mendalam. Gaya Bahasa             Gaya penulisan sebuah buku dapat mempengaruhi minat pembaca untuk membeli buku tersebut. Cara menentukan gaya bahasa bisa dilihat dari target pembacanya. Misalnya target pembaca yang disasar adalah kalangan milenial, maka gaya bahasa yang digunakan harus ramah dengan dunia mereka. Sebenarnya di sinilah kunci menarik tidaknya sebuah tulisan karena ketika gaya bahasa yang digunakan salah, artinya kita tidak bisa menyasar target pembaca kita. Nah itulah beberapa cara membuat buku yang perlu Anda perhatikan sebelum menerbitkan sebuah karya. Perlu diingat bahwa karya yang baik adalah karya yang bisa diselesaikan.

Tips

Bagaimana Agar Karya Mudah Diterima Pembaca?

(sumber : JawaPos.com) Bakat yang dimiliki seseorang tentu berbeda-beda. Ada yang memiliki bakat melukis, menyanyi, memasak, atau bahkan menulis. Berbicara mengenai bakat menulis, Anda sebenarnya tidak perlu berangkat dari bakat. Sebab syarat menjadi penulis buku hanya membutuhkan latihan dan kesungguhan. Segala sesuatu pastinya memiliki tahapan yang harus ditempuh untuk memperoleh hasil maksimal, begitu juga dalam menulis buku. Terdapat beberapa tahapan yang harus ditempuh agar menghasilkan karya hebat. Untuk lebih jelasnya, mari sama-sama belajar dalam beberapa langkah berikut. Membuat Outline             Outline atau susunan buku merupakan bagian penting yang harus dipersiapkan sebelum memulai menulis. Susunan ini berisikan bagian-bagian yang nantinya akan menjadi kerangka tulisan. Penulis bisa memploting bagian tiap bagian berdasarkan materi yang ingin diangkat dengan mengelompokkannya menjadi suatu kategori tertentu, atau yang disebut bab. Menulis Hal yang Dikuasai Cara membuat buku agar mudah diterima pembaca adalah dengan menuliskan hal-hal yang dikuasai. Bayangkan ketika Anda adalah orang dengan keahlian di bidang kesehatan tetapi menulis sesuatu tentang masalah keuangan. Hal ini tentu kurang relevan karena Anda tidak akan bisa membahas bidang tersebut secara mendalam. Riset Bahan Setelah mengetahui topik yang ingin diangkat dan Anda memang menguasainya, selanjutnya pastikan untuk melakukan riset bahan secara mendalam. Riset bahan ini akan sangat membantu memperluas materi yang Anda bahas, apalagi pembaca hari ini menyukai suatu pembahasan yang singkat tetapi dikupas secara mendalam. Gaya Bahasa             Gaya penulisan sebuah buku dapat mempengaruhi minat pembaca untuk membeli buku tersebut. Cara menentukan gaya bahasa bisa dilihat dari target pembacanya. Misalnya target pembaca yang disasar adalah kalangan milenial, maka gaya bahasa yang digunakan harus ramah dengan dunia mereka. Sebenarnya di sinilah kunci menarik tidaknya sebuah tulisan karena ketika gaya bahasa yang digunakan salah, artinya kita tidak bisa menyasar target pembaca kita. Nah itulah beberapa cara membuat buku yang perlu Anda perhatikan sebelum menerbitkan sebuah karya. Perlu diingat bahwa karya yang baik adalah karya yang bisa diselesaikan.

News

Yuk Belajar Mengatasi Writer’s Block

Writer’s block adalah penyakit umum yang sering dialami oleh para penulis, terutama penulis pemula. Meski penyakit ini umum dialami oleh seorang penulis, akan tetapi penyakit ini sangat berbahaya. Ketika penyakit ini datang, kita pasti akan berputus asa dengan tulisan kita. Kita cenderung ingin menghentikan proses menulis yang sedang dijalani. Eits, nggak seharusnya kita berputus asa ketika mengalami writer’s block. Ketika writer’s block ini menghinggapi diri kita, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini. Harus lebih mempersiapkan segala macam tetek bengek yang berkaitan dengan karya kita Ini yang sering kali dilupakan oleh seorang penulis. Kita merasa tidak perlu mempersiapkan segala sesuatunya sebelum memulai berperang. Apalagi sampai mencatat segala tetek bengek atau printilan yang menjadi unsur penting tulisan kita. Kita menganggap segala persiapan itu hal sepele dan di luar kepala sehingga tercetuslah pemikiran bahwa diri ini sudah mampu berperang tanpa senjata. Kurangnya persiapan sebelum menulis inilah yang dapat memunculkan penyakit writer’s block menghampiri kita. Penulis itu sama seperti tentara. Ketika seorang tentara ingin berperang, ia pasti akan menyiapkan segala macam senjata untuk melawan musuh agar menang dalam peperangan. Begitu pula dengan penulis. Penulis harus mempersiapkan segala macam alat tempurnya sebelum memulai menulis. Sebagai penulis, kita harus mencatat apa saja yang ingin kita tuliskan. Poin-poin apa saja yang ingin kita munculkan di dalam tulisan kita. Semua ini dilakukan agar lebih terarah dan dapat menolong kita ketika lupa dengan apa yang ditulis. Tahan ego kita Loh, apa hubungannya ego dengan proses menulis? Begini. Ketika kita selalu mengharapkan hasil yang sempurna untuk karya kita apalagi kita baru terjun di dunia kepenulisan, tidak ada yang menjamin kalau kita tidak akan terkungkung dengan ambisi kita. Rasa ambisi ini akan terus berkembang seiring mindset perfeksionis yang ada dalam diri kita. Kita selalu berusaha untuk menjadikan karya kita ini sebagai sebuah karya yang sangat sempurna layaknya masterpiece bak penulis terkenal di dunia padahal ilmu yang kita miliki masih sangat jauh dari kata profesional. Nah, oleh karena itu kita harus menahan ego kita untuk tidak menjadi seseorang yang perfeksionis dalam hal menulis sebab hal ini dapat membuat diri kita merasa tidak puas dengan karya yang sudah kita tuliskan. Jangan meragukan kualitas tulisan dari diri kita Ini juga sering dialami oleh penulis pemula. Kita merasa tidak pede dengan tulisan kita. Kita selalu merasa bahwa karya kita tidak layak untuk dipublikasikan apalagi diterbitkan menjadi sebuah buku. Hei, kita tidak boleh beranggapan seperti itu. Kita harus percaya dengan kemampuan dari diri kita. Kalau kita terus terkungkung di dalam perasaan tidak mampu, ragu akan kemampuan kita, kita tidak akan menjadi pribadi yang lebih maju. Kita juga tidak dapat menyelesaikan karya kita sesuai dengan target yang telah dibuat. Jangan pedulikan komentar orang lain Kalau komentar ini berisi saran yang membangun untuk diri kita tidak masalah. Kita harus mendengarkannya agar tulisan kita jadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Akan tetapi, kalau kita bertemu dengan seseorang yang mengomentari karya kita dengan niat menjatuhkan dan menghancurkan diri kita, kita tidak perlu mendengarkannya. Jangan jadikan komentar negatif dari orang lain menjadi penghambat selama proses menulis. Teruslah menulis tanpa mempedulikan komentar orang lain selama apa yang kita tuliskan tidak mengandung konten negatif. Ketika kita telah melakukan beberapa cara di atas, semoga kita bisa mengatasi penyakit berbahaya ini saat dia datang menghampiri. Kita tidak perlu lagi kebingungan mencari cara untuk mengatasinya. Kita harus tetap semangat untuk berkarya. Buang jauh-jauh hal negatif yang dapat menghambat proses menulis kita. Ambil hal-hal positifnya yang dapat memotivasi diri agar tulisan kita bisa segera terselesaikan.

Tips

Ciri Khas dalam Penulisan Biografi

(sumber: detik.com) Penulisan biografi sering kali diidentikkan dengan penulisan karya sastra mengenai kisah hidup seseorang. Melalui hal tersebut, umumnya kita dapat mengetahui kisah hidup seseorang mulai dari awal kelahirannya hingga akhir hayatnya, apabila tokoh yang ada dalam buku tersebut sudah wafat.             Selain itu, masih banyak ciri khas lain yang sangat melekat pada penulisan buku biografi. Hal ini penting untuk diketahui agar kita tidak salah dalam membedakan buku biografi dengan buku-buku riwayat hidup lainnya. Penasaran? Langsung saja simak uraian berikut ini. Bersifat Non Fiksi                 Sudah bukan rahasia lagi apabila dalam penulisan biografi memiliki sifat non fiksi. Hal ini karena kisah-kisah yang ada di dalamnya berisikan tentang kejadian nyata sehingga tidak ada unsur imajinatif di dalamnya. Hanya saja terkadang ada beberapa penulis yang menambahkan unsur dramatisir agar cerita yang ada tampak lebih menarik. Disajikan dalam Bentuk Narasi             Pada umumnya, tulisan biografi disajikan dalam bentuk teks narasi. Alasannya karena di dalam naskah biografi memuat cerita ataupun peristiwa yang dialami seorang tokoh sehingga dipaparkan secara deskriptif. Oleh karena ini bentuk narasi akan mampu menjadikan buku biografi tersebut menjadi sebuah cerita yang enak dibaca. Bercerita Lengkap tentang Kehidupan Tokoh             Ketika seseorang menulis buku biografi artinya ia mau menceritakan perjalanan hidupnya mulai dari kecil hingga mencapai titik tertentu. Perjalanannya dikemas dalam bentuk cerita yang diselipi nasihat-nasihat berharga sehingga para pembaca bisa mengambil pelajaran di dalamnya. Memiliki Struktur yang Jelas          Tulisan biografi harus memuat struktur yang jelas. Mulai dari kerangka waktu, setting tempat, suasana, semuanya harus digambarkan secara mendetail. Meskipun novel juga sering memuat alur dan suasana yang mendetail, hal ini sedikit berbeda karena naskah biografi memiliki susunan yang urut secara kronologis. Nah, itulah beberapa ciri khas dalam penulisan biografi. Apabila anda berminat untuk mulai menulis biografi, hendaknya dapat smembuat penulisan buku biografi yang benar dengan memasukkan unsur-unsur ciri khas yang telah diparparkan di atas.  

Scroll to Top