Menulis Membutuhkan Inspirasi

News

Menulis Membutuhkan Inspirasi? Benar atau Salah?

Banyak orang yang bilang bahwa menulis itu adalah hal yang paling sulit. Menulis membutuhkan berbagai macam inspirasi. Tidak banyak orang yang mampu mendapatkan inspirasi dalam menulis. Padahal, sebenarnya inspirasi untuk menulis itu bisa didapatkan dari beberapa sumber. Kita tidak perlu susah payah mencari ke sana ke mari hingga ke penjuru dunia untuk mendapatkan sumber inspirasi dalam menulis. Sumber-sumber inspirasi untuk menulis bisa kita jumpai di kehidupan kita sehari-hari. Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa sumber-sumber inilah yang dapat digunakan sebagai pemantik untuk memunculkan inspirasi dalam otak kita. Apa saja sih sumber-sumber tersebut? Musik Bagi sebagian orang terutama seseorang yang memiliki kecerdasan musikal, mereka akan cenderung menggunakan musik sebagai media atau sumber untuk mendapatkan inspirasi. Dengan mendengarkan musik, seseorang akan merasa terpacu untuk menulis. Mereka beranggapan bahwa ide-ide cemerlang akan muncul ketika mereka mendengarkan musik. Ketika ide-ide ini muncul, otomatis akan memudahkan mereka dalam menyelesaikan tulisannya. Alam Bagi seseorang yang memiliki kecerdasan naturalis, alam merupakan teman baik mereka. Mereka akan dengan mudah mengerjakan sesuatu jika berada di alam termasuk menulis. Semua ide-ide cemerlang akan muncul seketika. Seseorang yang lebih senang mengerjakan sesuatu di alam rela bepergian jauh dan mengunjungi alam terdekat hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Bagi mereka, kondisi yang tenang, nyaman, dan asri seperti alam akan menyegarkan pikiran mereka dan memudahkan inspirasi lebih cepat masuk ke dalam otak. Buku Dengan membaca buku, kita bisa mendapatkan inspirasi untuk menulis loh. Percaya atau tidak, dengan sering membaca buku kita akan dengan mudah mendapatkan inspirasi. Bisa saja kita akan mendapatkan inspirasi dari segi diksi yang digunakan atau mungkin dari pesan yang disampaikan oleh penulis dan dapat kita sampaikan kembali dalam tulisan kita ketika isi tulisan kita sama dengan buku yang kita baca. Media Sosial Siapa bilang media sosial tidak dapat digunakan sebagai referensi untuk mendapatkan inspirasi dalam menulis? Kata siapa media sosial hanya berisi hal-hal negatif saja? Penggunaan media sosial yang sangat pesat akhir-akhir ini masih mengandung hal-hal positif yang bisa kita gunakan untuk memperoleh inspirasi. Misalkan kita bertemu dengan seorang pemulung yang viral di media sosial karena kegigihannya. Beliau bercerita pada kita bahwa beliau bisa berangkat haji dari hasil bekerjanya. Nah, kita dapat mengangkat kisah tersebut menjadi sebuah buku untuk lebih memotivasi banyak orang. Itu adalah beberapa sumber yang dapat dijadikan sumber inspirasi kita dalam menulis. Masih ada banyak hal lainnya yang dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam menulis. Menulis itu memang membutuhkan inspirasi. Inspirasi itu datang karena kita yang berusaha untuk mencarinya bukan dengan menunggu, menunggu, dan terus menunggu. Inspirasi tidak akan datang kalau kita hanya menunggunya seperti yang selama ini diucapkan oleh seseorang saat kita tanya mengapa tulisanmu tak kunjung selesai. Dari beberapa sumber yang telah disebutkan di atas, mana sumber favorit kalian? Apakah semua sumber di atas adalah sumber favorit kalian atau justru tidak ada satu pun yang telah disebutkan?

Report The Journey

Menyelami Ilmu Bersama Pengusaha Bubur Bayi Organik Asal Sidoarjo

  Kamis, 10 Juni 2021 – Kantor Utama bebiCare Sidoarjo. Hari ini, Kamis, 10 Juni merupakan kunjungan kami kepada salah seorang pengusaha bubur bayi organik di Sidoarjo. Ratusan outlet-nya telah tersebar ke seluruh penjuru Jawa Timur. Beliau adalah Bapak Waluyo owner bebiCare! Pengusaha hebat yang mengizinkan kami untuk belajar banyak dari pengalaman beliau. Telah banyak serangkaian perjalanan yang dilalui oleh Pak Waluyo, termasuk ketika beliau mengalami pasang-surut dalam hal bisnis. Namun dengan modal ketekunan dan tekad kuat, beliau berhasil melewati tiap fase sulit tersebut dan bebiCare adalah jawaban dari seluruh ikhtiar beliau. Banyak pelajaran berharga yang dapat kita ambil pada kesempatan bertemu langsung dengan beliau, salah satunya tentang bagaimana kita menjadi pribadi yang kuat dan pantang menyerah. Kemudian bagaimana menjadi tetap rendah diri ketika kita sedang berada di puncak kesuksesan. Beliau berharap keberadaan bukunya kelak dapat menjadi inspirasi yang menebarkan banyak manfaat, baik bagi para pengusaha ataupun masyarakat pada umumnya. -Salam Literasi!-

Tips

Ciri Khas dalam Penulisan Biografi

(sumber: detik.com) Penulisan biografi sering kali diidentikkan dengan penulisan karya sastra mengenai kisah hidup seseorang. Melalui hal tersebut, umumnya kita dapat mengetahui kisah hidup seseorang mulai dari awal kelahirannya hingga akhir hayatnya, apabila tokoh yang ada dalam buku tersebut sudah wafat.             Selain itu, masih banyak ciri khas lain yang sangat melekat pada penulisan buku biografi. Hal ini penting untuk diketahui agar kita tidak salah dalam membedakan buku biografi dengan buku-buku riwayat hidup lainnya. Penasaran? Langsung saja simak uraian berikut ini. Bersifat Non Fiksi                 Sudah bukan rahasia lagi apabila dalam penulisan biografi memiliki sifat non fiksi. Hal ini karena kisah-kisah yang ada di dalamnya berisikan tentang kejadian nyata sehingga tidak ada unsur imajinatif di dalamnya. Hanya saja terkadang ada beberapa penulis yang menambahkan unsur dramatisir agar cerita yang ada tampak lebih menarik. Disajikan dalam Bentuk Narasi             Pada umumnya, tulisan biografi disajikan dalam bentuk teks narasi. Alasannya karena di dalam naskah biografi memuat cerita ataupun peristiwa yang dialami seorang tokoh sehingga dipaparkan secara deskriptif. Oleh karena ini bentuk narasi akan mampu menjadikan buku biografi tersebut menjadi sebuah cerita yang enak dibaca. Bercerita Lengkap tentang Kehidupan Tokoh             Ketika seseorang menulis buku biografi artinya ia mau menceritakan perjalanan hidupnya mulai dari kecil hingga mencapai titik tertentu. Perjalanannya dikemas dalam bentuk cerita yang diselipi nasihat-nasihat berharga sehingga para pembaca bisa mengambil pelajaran di dalamnya. Memiliki Struktur yang Jelas          Tulisan biografi harus memuat struktur yang jelas. Mulai dari kerangka waktu, setting tempat, suasana, semuanya harus digambarkan secara mendetail. Meskipun novel juga sering memuat alur dan suasana yang mendetail, hal ini sedikit berbeda karena naskah biografi memiliki susunan yang urut secara kronologis. Nah, itulah beberapa ciri khas dalam penulisan biografi. Apabila anda berminat untuk mulai menulis biografi, hendaknya dapat smembuat penulisan buku biografi yang benar dengan memasukkan unsur-unsur ciri khas yang telah diparparkan di atas.  

Tips

Langkah Awal Menulis Biografi yang Menarik

    (sumber : Bibliotika.com) Biografi adalah sebuah perjalanan hidup seseorang yang dikemas dalam bentuk buku dan umumnya dituliskan oleh orang lain. Keberadaannya menjadi salah satu sarana warisan peradaban yang begitu menarik untuk dilimpahkan kepada anak cucu. Hal ini karena dengan menulis biografi artinya tokoh tersebut telah mengabadikan setiap momen dalam perjalanan hidupnya.             Banyak yang mengira bahwa biografi hanya pantas ditulis oleh orang-orang yang telah memiliki pencapaian-pencapaian besar dalam hidupnya. Padahal sebenarnya siapa pun berhak untuk mengabadikan kisah kehidupannya agar kelak diketahui oleh anak cucunya ketika sudah tiada. Selain itu, dengan menulis biografi seseorang dapat membagikan value atau nilai-nilai kehidupan yang ia miliki untuk disebarkan kepada orang lain.            Mulailah dari langkah awal. Langkah awal dalam menyusun teks biografi adalah menentukan tokoh yang akan ditulis dalam biografi. Langkah awal ini sangat penting dilakukan sebelum Anda mulai menulis naskah. Tokoh yang diambil tentunya orang-orang dengan kontribusi besar bagi lingkungannya sehingga ada banyak cerita yang bisa ditorehkan pada naskahnya.          Oleh sebab itu, hal pertama yang harus mempertimbangkan adalah eksistensi dan pengaruh tokoh tersebut sehingga langkah-langkah membuat biografi selanjutnya akan mudah dilakukan. Semakin eksis dan berpengaruh tokoh yang akan Anda tulis, maka akan semakin mudah Anda menuliskan serangkaian perjalanan hidupnya. Selain itu, juga akan sangat mudah bagi Anda untuk mendapatkan royalti. Sebab masyarakat telah mengenal tokoh yang Anda tulis sehingga secara tidak langsung telah menciptakan target pasar.         Setelah menyelesaikan langkah awal, selanjutnya perlu melakukan riset secara mendalam. Tentu sebagai penulis yang profesional, Anda harus menggali kehidupan tokoh secara mendetail, baik itu dari tokohnya langsung atau bisa jadi mendapat informasi dari orang-orang terdekat tokoh. Lakukan wawancara secara secara keseluruhan dengan membuat daftar pertanyaan yang nantinya ingin diangkat dalam penulisan naskahnya.          Setelah semua data terkumpul, akan mudah membuat outline atau susunan bukunya. Sembari menulis naskah yang apabila ada bahan belum lengkap bisa ditanyakan ketika melangsungkan wawancara kembali. Jadi tunggu apalagi, tidak perlu mempersulit diri. Mulailah menulis biografi dengan mengikuti langkah-langkah membuat biografi seperti yang sudah kita pelajari. Lalu tunjukkan karyamu pada dunia!

Tips

Bagaimana Agar Karya Mudah Diterima Pembaca?

(sumber : JawaPos.com) Bakat yang dimiliki seseorang tentu berbeda-beda. Ada yang memiliki bakat melukis, menyanyi, memasak, atau bahkan menulis. Berbicara mengenai bakat menulis, Anda sebenarnya tidak perlu berangkat dari bakat. Sebab syarat menjadi penulis buku hanya membutuhkan latihan dan kesungguhan. Segala sesuatu pastinya memiliki tahapan yang harus ditempuh untuk memperoleh hasil maksimal, begitu juga dalam menulis buku. Terdapat beberapa tahapan yang harus ditempuh agar menghasilkan karya hebat. Untuk lebih jelasnya, mari sama-sama belajar dalam beberapa langkah berikut. Membuat Outline             Outline atau susunan buku merupakan bagian penting yang harus dipersiapkan sebelum memulai menulis. Susunan ini berisikan bagian-bagian yang nantinya akan menjadi kerangka tulisan. Penulis bisa memploting bagian tiap bagian berdasarkan materi yang ingin diangkat dengan mengelompokkannya menjadi suatu kategori tertentu, atau yang disebut bab. Menulis Hal yang Dikuasai Cara membuat buku agar mudah diterima pembaca adalah dengan menuliskan hal-hal yang dikuasai. Bayangkan ketika Anda adalah orang dengan keahlian di bidang kesehatan tetapi menulis sesuatu tentang masalah keuangan. Hal ini tentu kurang relevan karena Anda tidak akan bisa membahas bidang tersebut secara mendalam. Riset Bahan Setelah mengetahui topik yang ingin diangkat dan Anda memang menguasainya, selanjutnya pastikan untuk melakukan riset bahan secara mendalam. Riset bahan ini akan sangat membantu memperluas materi yang Anda bahas, apalagi pembaca hari ini menyukai suatu pembahasan yang singkat tetapi dikupas secara mendalam. Gaya Bahasa             Gaya penulisan sebuah buku dapat mempengaruhi minat pembaca untuk membeli buku tersebut. Cara menentukan gaya bahasa bisa dilihat dari target pembacanya. Misalnya target pembaca yang disasar adalah kalangan milenial, maka gaya bahasa yang digunakan harus ramah dengan dunia mereka. Sebenarnya di sinilah kunci menarik tidaknya sebuah tulisan karena ketika gaya bahasa yang digunakan salah, artinya kita tidak bisa menyasar target pembaca kita. Nah itulah beberapa cara membuat buku yang perlu Anda perhatikan sebelum menerbitkan sebuah karya. Perlu diingat bahwa karya yang baik adalah karya yang bisa diselesaikan.

News

Serupa Tapi Tak Sama, Inilah Perbedaan Biografi dan Autobiografi

Sekilas karya sastra biografi memang hampir sama dengan karya sastra autobiografi. Nyatanya, menulis karya sastra biografi sangat berbeda dengan menulis autobiografi. Perbedaan dari kedua teks tersebut memang tidak terlalu mencolok, terlebih apabila kita tidak memperhatikannya dengan detail. Namun tenang saja, berikut beberapa perbedaan biografi dan autobiografi yang perlu diketahui. Arti yang Tidak Sama Pertama-tama, kita akan membahas pengertian dari biografi terlebih dahulu. Biografi adalah kisah dari seorang tokoh yang dituliskan oleh orang lain sehingga bukan ditulis oleh tokoh yang ada dalam buku tersebut sendiri. Contoh penulisan biografi yang terkenal misalnya buku berjudul “Gus Dur” yang ditulis oleh Greg Barton. Sementara autobiografi adalah sebuah karya tulis yang memuat riwayat hidup seorang tokoh dan ditulis oleh tokohnya sendiri. Misalnya saja buku autobiografi yang terkenal adalah “Mein Kampf” yang ditulis sendiri oleh Adolf Hitler. Detail yang Berbeda             Baik karya sastra biografi maupun autobiografi, umumnya memang berisikan riwayat hidup seseorang secara mendetail, mulai dari awal hingga kehidupannya. Namun, jika diperhatikan lagi, terdapat perbedaan di antara keduanya. Acap kali dalam karya biografi memuat kisah tentang latar belakang kelahiran sang tokoh, pendidikan, keluarga, dan pemikirannya yang tidak diceritakan secara mendetail. Berbeda dengan autobiografi yang membahas semua hal tersebut secara mendetail, bahkan mirip seperti buku diary karena memang ditulis oleh tokoh yang bersangkutan. Contoh penulisan biografi dari R.A. Kartini yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer dengan judul ”Panggil Aku Kartini Saja” misalnya, sangat berbeda dengan buku autobiografi yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Sebab buku tersebut diterbitkan J.H. Abendanon berdasarkan surat-surat yang ditulis sendiri oleh R.A. Kartini. Sudut Pandang dan Gaya Bahasa yang Berbeda Perbedaan lain yang mencolok dalam kedua karya sastra ini terletak pada sudut pandang dan gaya bahasanya. Dalam biografi menggunakan sudut pandang orang ketiga, karena dituliskan oleh orang lain. Sementara dalam autobiografi, menggunakan sudut pandang orang pertama karena ditulis oleh dirinya sendiri. Dari segi gaya bahasa, umumnya lebih menonjol buku autobiografi karena murni ditulis oleh tokoh aslinya sehingga pembaca seakan-akan berbicara langsung dengan tokoh tersebut. Meski begitu, banyak juga buku biografi yang gaya bahasanya disesuaikan dengan tokoh yang bersangkutan. Serupa tetapi tak sama. Setelah mempelajari perbedaan serta contoh penulisan biografi dan autobiografi, pastinya kita akan lebih memahami karakteristik dari keduanya. Jadi jangan sampai tertukar lagi untuk menyebutnya ya!

Tips

Bagaimana Agar Karya Mudah Diterima Pembaca?

(sumber : JawaPos.com) Bakat yang dimiliki seseorang tentu berbeda-beda. Ada yang memiliki bakat melukis, menyanyi, memasak, atau bahkan menulis. Berbicara mengenai bakat menulis, Anda sebenarnya tidak perlu berangkat dari bakat. Sebab syarat menjadi penulis buku hanya membutuhkan latihan dan kesungguhan. Segala sesuatu pastinya memiliki tahapan yang harus ditempuh untuk memperoleh hasil maksimal, begitu juga dalam menulis buku. Terdapat beberapa tahapan yang harus ditempuh agar menghasilkan karya hebat. Untuk lebih jelasnya, mari sama-sama belajar dalam beberapa langkah berikut. Membuat Outline             Outline atau susunan buku merupakan bagian penting yang harus dipersiapkan sebelum memulai menulis. Susunan ini berisikan bagian-bagian yang nantinya akan menjadi kerangka tulisan. Penulis bisa memploting bagian tiap bagian berdasarkan materi yang ingin diangkat dengan mengelompokkannya menjadi suatu kategori tertentu, atau yang disebut bab. Menulis Hal yang Dikuasai Cara membuat buku agar mudah diterima pembaca adalah dengan menuliskan hal-hal yang dikuasai. Bayangkan ketika Anda adalah orang dengan keahlian di bidang kesehatan tetapi menulis sesuatu tentang masalah keuangan. Hal ini tentu kurang relevan karena Anda tidak akan bisa membahas bidang tersebut secara mendalam. Riset Bahan Setelah mengetahui topik yang ingin diangkat dan Anda memang menguasainya, selanjutnya pastikan untuk melakukan riset bahan secara mendalam. Riset bahan ini akan sangat membantu memperluas materi yang Anda bahas, apalagi pembaca hari ini menyukai suatu pembahasan yang singkat tetapi dikupas secara mendalam. Gaya Bahasa             Gaya penulisan sebuah buku dapat mempengaruhi minat pembaca untuk membeli buku tersebut. Cara menentukan gaya bahasa bisa dilihat dari target pembacanya. Misalnya target pembaca yang disasar adalah kalangan milenial, maka gaya bahasa yang digunakan harus ramah dengan dunia mereka. Sebenarnya di sinilah kunci menarik tidaknya sebuah tulisan karena ketika gaya bahasa yang digunakan salah, artinya kita tidak bisa menyasar target pembaca kita. Nah itulah beberapa cara membuat buku yang perlu Anda perhatikan sebelum menerbitkan sebuah karya. Perlu diingat bahwa karya yang baik adalah karya yang bisa diselesaikan.

News

Serupa Tapi Tak Sama, Inilah Perbedaan Biografi dan Autobiografi

Sekilas karya sastra biografi memang hampir sama dengan karya sastra autobiografi. Nyatanya, menulis karya sastra biografi sangat berbeda dengan menulis autobiografi. Perbedaan dari kedua teks tersebut memang tidak terlalu mencolok, terlebih apabila kita tidak memperhatikannya dengan detail. Namun tenang saja, berikut beberapa perbedaan biografi dan autobiografi yang perlu diketahui. Arti yang Tidak Sama Pertama-tama, kita akan membahas pengertian dari biografi terlebih dahulu. Biografi adalah kisah dari seorang tokoh yang dituliskan oleh orang lain sehingga bukan ditulis oleh tokoh yang ada dalam buku tersebut sendiri. Contoh penulisan biografi yang terkenal misalnya buku berjudul “Gus Dur” yang ditulis oleh Greg Barton. Sementara autobiografi adalah sebuah karya tulis yang memuat riwayat hidup seorang tokoh dan ditulis oleh tokohnya sendiri. Misalnya saja buku autobiografi yang terkenal adalah “Mein Kampf” yang ditulis sendiri oleh Adolf Hitler. Detail yang Berbeda             Baik karya sastra biografi maupun autobiografi, umumnya memang berisikan riwayat hidup seseorang secara mendetail, mulai dari awal hingga kehidupannya. Namun, jika diperhatikan lagi, terdapat perbedaan di antara keduanya. Acap kali dalam karya biografi memuat kisah tentang latar belakang kelahiran sang tokoh, pendidikan, keluarga, dan pemikirannya yang tidak diceritakan secara mendetail. Berbeda dengan autobiografi yang membahas semua hal tersebut secara mendetail, bahkan mirip seperti buku diary karena memang ditulis oleh tokoh yang bersangkutan. Contoh penulisan biografi dari R.A. Kartini yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer dengan judul ”Panggil Aku Kartini Saja” misalnya, sangat berbeda dengan buku autobiografi yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Sebab buku tersebut diterbitkan J.H. Abendanon berdasarkan surat-surat yang ditulis sendiri oleh R.A. Kartini. Sudut Pandang dan Gaya Bahasa yang Berbeda Perbedaan lain yang mencolok dalam kedua karya sastra ini terletak pada sudut pandang dan gaya bahasanya. Dalam biografi menggunakan sudut pandang orang ketiga, karena dituliskan oleh orang lain. Sementara dalam autobiografi, menggunakan sudut pandang orang pertama karena ditulis oleh dirinya sendiri. Dari segi gaya bahasa, umumnya lebih menonjol buku autobiografi karena murni ditulis oleh tokoh aslinya sehingga pembaca seakan-akan berbicara langsung dengan tokoh tersebut. Meski begitu, banyak juga buku biografi yang gaya bahasanya disesuaikan dengan tokoh yang bersangkutan. Serupa tetapi tak sama. Setelah mempelajari perbedaan serta contoh penulisan biografi dan autobiografi, pastinya kita akan lebih memahami karakteristik dari keduanya. Jadi jangan sampai tertukar lagi untuk menyebutnya ya!

News

Menulis Membutuhkan Inspirasi? Benar atau Salah?

Banyak orang yang bilang bahwa menulis itu adalah hal yang paling sulit. Menulis membutuhkan berbagai macam inspirasi. Tidak banyak orang yang mampu mendapatkan inspirasi dalam menulis. Padahal, sebenarnya inspirasi untuk menulis itu bisa didapatkan dari beberapa sumber. Kita tidak perlu susah payah mencari ke sana ke mari hingga ke penjuru dunia untuk mendapatkan sumber inspirasi dalam menulis. Sumber-sumber inspirasi untuk menulis bisa kita jumpai di kehidupan kita sehari-hari. Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa sumber-sumber inilah yang dapat digunakan sebagai pemantik untuk memunculkan inspirasi dalam otak kita. Apa saja sih sumber-sumber tersebut? Musik Bagi sebagian orang terutama seseorang yang memiliki kecerdasan musikal, mereka akan cenderung menggunakan musik sebagai media atau sumber untuk mendapatkan inspirasi. Dengan mendengarkan musik, seseorang akan merasa terpacu untuk menulis. Mereka beranggapan bahwa ide-ide cemerlang akan muncul ketika mereka mendengarkan musik. Ketika ide-ide ini muncul, otomatis akan memudahkan mereka dalam menyelesaikan tulisannya. Alam Bagi seseorang yang memiliki kecerdasan naturalis, alam merupakan teman baik mereka. Mereka akan dengan mudah mengerjakan sesuatu jika berada di alam termasuk menulis. Semua ide-ide cemerlang akan muncul seketika. Seseorang yang lebih senang mengerjakan sesuatu di alam rela bepergian jauh dan mengunjungi alam terdekat hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Bagi mereka, kondisi yang tenang, nyaman, dan asri seperti alam akan menyegarkan pikiran mereka dan memudahkan inspirasi lebih cepat masuk ke dalam otak. Buku Dengan membaca buku, kita bisa mendapatkan inspirasi untuk menulis loh. Percaya atau tidak, dengan sering membaca buku kita akan dengan mudah mendapatkan inspirasi. Bisa saja kita akan mendapatkan inspirasi dari segi diksi yang digunakan atau mungkin dari pesan yang disampaikan oleh penulis dan dapat kita sampaikan kembali dalam tulisan kita ketika isi tulisan kita sama dengan buku yang kita baca. Media Sosial Siapa bilang media sosial tidak dapat digunakan sebagai referensi untuk mendapatkan inspirasi dalam menulis? Kata siapa media sosial hanya berisi hal-hal negatif saja? Penggunaan media sosial yang sangat pesat akhir-akhir ini masih mengandung hal-hal positif yang bisa kita gunakan untuk memperoleh inspirasi. Misalkan kita bertemu dengan seorang pemulung yang viral di media sosial karena kegigihannya. Beliau bercerita pada kita bahwa beliau bisa berangkat haji dari hasil bekerjanya. Nah, kita dapat mengangkat kisah tersebut menjadi sebuah buku untuk lebih memotivasi banyak orang. Itu adalah beberapa sumber yang dapat dijadikan sumber inspirasi kita dalam menulis. Masih ada banyak hal lainnya yang dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam menulis. Menulis itu memang membutuhkan inspirasi. Inspirasi itu datang karena kita yang berusaha untuk mencarinya bukan dengan menunggu, menunggu, dan terus menunggu. Inspirasi tidak akan datang kalau kita hanya menunggunya seperti yang selama ini diucapkan oleh seseorang saat kita tanya mengapa tulisanmu tak kunjung selesai. Dari beberapa sumber yang telah disebutkan di atas, mana sumber favorit kalian? Apakah semua sumber di atas adalah sumber favorit kalian atau justru tidak ada satu pun yang telah disebutkan?

Report The Journey

Menyelami Ilmu Bersama Pengusaha Bubur Bayi Organik Asal Sidoarjo

  Kamis, 10 Juni 2021 – Kantor Utama bebiCare Sidoarjo. Hari ini, Kamis, 10 Juni merupakan kunjungan kami kepada salah seorang pengusaha bubur bayi organik di Sidoarjo. Ratusan outlet-nya telah tersebar ke seluruh penjuru Jawa Timur. Beliau adalah Bapak Waluyo owner bebiCare! Pengusaha hebat yang mengizinkan kami untuk belajar banyak dari pengalaman beliau. Telah banyak serangkaian perjalanan yang dilalui oleh Pak Waluyo, termasuk ketika beliau mengalami pasang-surut dalam hal bisnis. Namun dengan modal ketekunan dan tekad kuat, beliau berhasil melewati tiap fase sulit tersebut dan bebiCare adalah jawaban dari seluruh ikhtiar beliau. Banyak pelajaran berharga yang dapat kita ambil pada kesempatan bertemu langsung dengan beliau, salah satunya tentang bagaimana kita menjadi pribadi yang kuat dan pantang menyerah. Kemudian bagaimana menjadi tetap rendah diri ketika kita sedang berada di puncak kesuksesan. Beliau berharap keberadaan bukunya kelak dapat menjadi inspirasi yang menebarkan banyak manfaat, baik bagi para pengusaha ataupun masyarakat pada umumnya. -Salam Literasi!-

Scroll to Top