penulis hebat

News

Kenalan dengan Penulis Hebat

Siapa yang tidak mengenal sosok J.K. Rowling, Asma Nadia, Dee Lestari, dan Stephen King? Pasti kita mengenal salah satu di antara mereka. Karyanya yang begitu fenomenal ini membuat namanya melambung dan dikenal di seluruh penjuru negeri. Kita bahkan menganggap mereka sebagai penulis yang hebat karena karya-karyanya yang sangat apik. Tetapi, tahukah kalian bahwa penulis-penulis hebat ini pernah mengalami kegagalan juga dalam bidang kepenulisan? Menjadi seorang penulis itu bukanlah hal yang mudah. Jangankan menjadi penulis, untuk membuat sebuah tulisan bagi seseorang yang tidak pernah membuat sudah pasti akan kesulitan. Tak jarang bahkan ada yang mengalami kegagalan dalam dunia kepenulisan. Hal ini juga dialami oleh beberapa penulis yang namanya sudah terkenal di berbagai dunia. Mereka pernah mengalami kegagalan pada saat mengirimkan karyanya ke penerbit. Meskipun karya yang mereka buat ini terbilang sangat bagus, akan tetapi karya yang bagus itu belum tentu menjamin akan dilirik oleh penerbit seperti yang dialami oleh J.K. Rowling, Stephen King, Dee lestari, dan Asma Nadia. J.K. Rowling Kisah Harry Potter yang meraup kekayaan dengan total mencapai $ 850 juta ini ternyata pernah ditolak oleh penerbit loh. Bukan hanya satu atau dua kali, karya J.K. Rowling pernah ditolak oleh penerbit hingga sebanyak 12 kali. Tetapi beliau tidak patah semangat sampai akhirnya ada salah satu penerbit yang tertarik dengan karyanya. Saat ini, karya J.K. Rowling ini telah diterjemahkan ke dalam 72 bahasa dan dari karyanya inilah membuat dirinya lebih kaya dari Ratu Elizabeth II. Stephen King Kegagalan juga dialami oleh Stephen King. Dulu, beliau tidak mampu untuk membeli sebuah mesin tik. Beliau meminjam mesin tik milik istrinya. Setelah itu King, panggilan akrabnya, memulai menjadi penulis serabutan yang mulai menulis berbagai cerita pendek. Beliau mengirimkan karyanya ke beberapa majalah pria. Dari hasil menulisnya inilah beliau menghidupi keluarganya. Tetapi, siapa yang sangka kalau King sekarang telah berhasil. King telah menerbitkan lebih dari 50 novel bestseller yang telah terjual hingga ratusan eksemplar bahkan karyanya juga telah diadaptasikan dalam sebuah film yang berjudul IT dan The Dark Tower. Dee Lestari Perahu Kertas, Rectoverso, dan Supernova. Kalau mendengar ketiga kata tersebut, apa yang ada di benak kita? Judul buku? Judul film? Ya, benar. Ketiga kata tersebut merupakan judul buku yang ditulis oleh Dewi Lestari atau yang biasa kita kenal dengan nama Dee Lestari. Penulis cantik ini ternyata juga pernah mengalami penolakan loh. Karya yang dihasilkan oleh Dee Lestari pernah ditolak beberapa kali oleh media cetak sampai akhirnya beliau ‘putus asa’ dan memutuskan untuk menulis bagi orang-orang sekitarnya saja. Meskipun beliau pernah ditolak oleh beberapa media cetak, nyatanya sekarang Dee berhasil menerbitkan lebih dari 10 buku salah satunya Rectoverso. Karya yang berjudul Rectoverso ini merupakan karya hibrida sastra-musik pertama di Indonesia. Beliau menggabungkan pengalaman musik, ilustrasi, dan sastra di dalam satu buku. Wah, hebat sekali ya! Asma Nadia Penggagas Forum Lingkar Pena (FLP) ternyata juga pernah ditolak oleh majalah. Sepanjang perjalanannya dalam menulis, beliau mengalami berbagai cobaan. Ditolak oleh penerbit hingga terkena lima jenis penyakit pun beliau hadapi. Beliau tidak patah semangat. Beliau tetap membaca dan terus menulis hingga memiliki lebih dari 30 novel dan beberapa lirik lagu yang cukup membuat kita baper. Surga yang Tak Dirindukan dan Jilbab Traveler adalah dua dari sekian banyaknya karya yang dihasilkan oleh Asma Nadia. Nah dari beberapa kisah penulis hebat di atas, kita bisa lihat bahwa sekelas penulis hebat pun pernah mengalami kegagalan apalagi kita sebagai penulis pemula. Kegagalan adalah hal yang lumrah. Kita tetap harus menjalani hidup ketika dihadapkan oleh kegagalan. Tapi, kita juga tidak boleh berlarut-larut dalam kegagalan. Kita harus bangkit dan terus menerus mencoba sampai meraih keberhasilan dan kesuksesan.  

News

Punya Kebiasaan Aneh Saat Menulis? Wajar Nggak Sih?

Ketika sedang menulis sebuah karya, tanpa disadari kita sering memiliki kebiasaan yang mungkin bagi orang lain terkesan aneh bahkan cringe. Kebiasaan ini sering dianggap aneh karena tidak semua orang melakukannya. Bahkan bisa jadi kebiasaan itu hanya kita saja yang melakukannya. Nah, kalau sudah seperti ini sering timbul pertanyaan “Wajar nggak sih aku punya kebiasaan aneh setiap kali menulis?”. Jawabannya adalah wajar. Kok bisa? Iya, sebab setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk menyelesaikan tugasnya termasuk menulis. Kita tidak perlu sedih karena diri kita dianggap “aneh” karena kebiasaan yang kita miliki. Banyak penulis bahkan penulis yang namanya sudah melambung juga memiliki kebiasaan yang aneh kok. Siapa saja sih mereka dan apa kebiasaan aneh yang mereka lakukan? Friedrich Schiller Johann Christoph Friedrich von Schiller, penyair dan penulis naskah drama asal Jerman yang lahir pada 10 November 1759 ini menghabiskan waktunya untuk bekerja di malam hari. Jika harus bekerja di pagi atau siang hari, beliau selalu menutup ruangannya dengan tirai berwarna merah untuk menahan sinar matahari agar tidak masuk dan menerangi ruang kerjanya. Ketika beliau merasa bosan maka beliau akan membenamkan kakinya ke dalam air dingin agar dirinya tetap terjaga. Selain kebiasaan tersebut, Schiller memiliki kebiasaan aneh lainnya dan cukup mencengangkan. Beliau senang menyimpan apel busuk di dalam lacinya. Menurut istrinya, beliau tidak akan bisa bekerja jika tidak mencium aroma busuk. Wah, aneh juga ya? Kebanyakan orang akan terganggu jika mencium aroma busuk, tapi beliau justru terlihat begitu mencintainya. Agatha Christie Dame Agatha Mary Clarissa Christie atau kita lebih mengenalnya dengan Agatha Christie ini memiliki kebiasaan aneh juga dalam menulis. Penulis fiksi kriminal asal Inggris ini sempat memiliki permintaan khusus untuk kamar mandinya. Kok kamar mandi sih? Iya. Baginya, bak mandi adalah ruang kerja utamanya. Beliau bisa menghabiskan waktu untuk menulis dan menyusun plot yang rumit sembari berendam di air hangat dan menikmati apel. Keren ya? Mungkin kalau kita berendam di air hangat hingga terasa rileks seluruh tubuh akan tertidur hihihi. Collete Sidonie-Gabrielle Collete yang dilahirkan pada tahun 1873 ini memiliki kebiasaan aneh saat menulis yang membuat suaminya geleng-geleng kepala. Pasalnya, novelis “gila” asal Prancis ini memiliki ritual khusus. Beliau harus menemukan kutu di anjing peliharaannya sebelum memulai untuk menulis. Edgar Allan Poe Kalau Collete memiliki kebiasaan aneh dengan anjingnya, berbeda dengan Edgar Allan Poe atau yang lebih dikenal dengan nama Poe. Penulis, penyair, editor, sekaligus kritikus sastra asal negeri Paman Sam ini memiliki kebiasaan aneh dengan kucingnya yang diberi nama Catterina. Saat menulis, Poe selalu ditemani oleh Catterina yang setia “bertengger” di pundaknya. Baginya, dengan ada Catterina di sisinya maka beliau akan selalu merasa diawasi. Lucu juga ya hehe. Victor Hugo Penulis aliran romantisme pada abad ke-19 dan terkenal sebagai salah satu penyair terbesar di Prancis ternyata juga memiliki kebiasaan aneh saat menulis. Penulis “Les Miserables” ini selalu mengurung dirinya di dalam rumah agar tetap produktif. Tidak hanya itu saja, beliau bahkan rela menyimpan seluruh pakaiannya rapat-rapat dalam lemari agar dirinya dapat berpikir bahwa tidak akan keluar rumah jika tidak memiliki pakaian yang pantas untuk dikenakan. Kebiasaan ini bisa kita tiru, loh karena keluar rumah hanya untuk bersenang-senang dapat membuang-buang waktu dan membuat karya kita tidak akan cepat selesai.

News

Menulis Puluhan Ribu Kata Hanya dalam Waktu Sekejap? Mana Mungkin!

Menulis memang terkenal dengan hal yang sulit terutama bagi penulis pemula. Jangankan untuk menulis ribuan bahkan puluhan ribu kata seperti pada judul, menulis puluhan kata saja terasa sangat sulit. Menulis sering kali dianalogikan sebagai mencari tumpukan jarum di dalam jerami. Wah, sesulit itu ya? Tetapi, tahukah kalian bahwa kita bisa kok menulis puluhan ribu kata hanya dalam waktu sekejap? Ya, kita bisa melakukannya hanya dalam hitungan 1 bulan saja. Nggak percaya? Memangnya bisa? Bisa banget! Nih, simak beberapa tips berikut agar kita dapat menulis ribuan bahkan puluhan ribu kata hanya dalam waktu sekejap. Bagilah sesi menulis menjadi beberapa waktu Hal ini penting untuk kita lakukan agar lebih fokus dalam mengerjakan naskah. Jika kita ingin menulis 20.000 kata berarti kita harus membagi sesi menulis kita menjadi 3-4 waktu agar tidak “pusing” saat menulis. Dalam satu waktu, kita bisa menghabiskannya dengan menulis sebanyak 5.000 kata. Memang, 5.000 kata tidak sedikit untuk kita tuliskan. Akan tetapi, dengan membagi sesi menulis maka akan memudahkan kita untuk menyelesaikan 5.000 kata tersebut. Merencanakan sesi menulis Setelah membagi sesi menulis ke dalam beberapa waktu, kita harus mengetahui dan merencanakan kapan akan mengeksekusi tulisannya. Kita tidak harus selalu dan selalu menulis hingga melupakan kehidupan serta aktivitas kita sehari-hari. Hal yang terpenting adalah kita harus menyempatkan menulis di sesi yang telah ditentukan sembari menjalankan aktivitas kita sehari-hari. Tidak perlu menulis sesuai urutannya Bagi sebagian penulis, menulis tidak sesuai urutannya akan membuatnya bingung. Ada banyak penulis yang tidak senang jika dirinya harus menulis secara “lompat-lompat”. Baginya, menulis “lompat-lompat” akan memunculkan penyakit writer’s block dan berakibat pada tidak nyambungnya tulisan kita dengan bagian sebelumnya. Akan tetapi, sebagian penulis menganggap bahwa menulis tidak sesuai urutannya akan membuat dirinya lebih produkif. Bagi mereka, tulislah apa yang ingin kita tulis. Jangan berpaku pada urutan bagian yang sudah direncanakan. Nah, kalau kalian tim yang mana nih? Tim yang menulis harus urut sesuai bagiannya atau tim yang menulis “lompat-lompat”? Tulis aja apa yang ada di pikiran, jangan disela dengan kegiatan lain Kebanyakan penulis pemula ketika menulis pasti disambi dengan kegiatan lainnya. Tak jarang, kita sebagai penulis pemula ini selalu menulis sambil menyunting/mengedit. Ini adalah kebiasaan buruk yang membuat naskah tidak cepat selesai. Kita harus terus menulis. Tuangkan semua ide-ide cemerlang yang ada dalam pikiran kita. Jangan pernah sekali-kali mencoba untuk menulis sambil menyunting naskah yang sedang kita tuliskan. Hal ini biasanya akan memunculkan writer’s block dan kita akan mudah terdistraksi oleh naskah kita yang masih “berantakan”. Memang, naskah yang pertama kali kita tuliskan tidak sempurna. Semua penulis pun ketika menuliskan naskah untuk pertama kali pasti tidak akan mencapai kata sempurna. Tetapi jangan khawatir. Kita bisa menyuntingnya ketika semua isi yang akan kita tulis di dalam naskah tersebut terselesaikan.

News

Kenalan dengan Penulis Hebat

Siapa penulis wanita favorit kalian? Pasti ada bukan? Kali ini kita akan berkenalan dengan wanita-wanita hebat yang mendobrak dunia sastra dengan karya-karyanya. Karya-karyanya memiliki ciri khas tersendiri dan dengan gamblang dituliskan. Karya-karya mereka biasanya juga dijadikan rujukan untuk sebuah tugas mata kuliah. Karena melalui karya mereka, ada banyak pengetahuan yang diketahui oleh mahasiswa, terutama mahasiswa yang tertarik dengan masa-masa sejarah 1965 dan perihal feminisme. Wanita-wanita ini di dalam karyanya membahas hal yang saat itu masih sensitif didengar oleh banyak orang. Contohnya seperti sejarah kelam G30SPKI dan kata-kata tabu perihal wanita. Siapakah mereka? Yuk kenalan! Ayu Utami Ayu Utami yang memiliki nama lengkap Justina Ayu Utami merupakan wanita yang lahir pada 21 November 1968 di kota Bogor, Jawa Barat. Ayu Utami dikenal oleh banyak orang karena novel fenomenalnya yang berjudul “Saman”. Di dalam novel tersebut, Ayu Utami dengan beraninya membicarakan masalah seks yang mana hal tersebut kala itu masih terlihat tabu untuk dibahas. Di dalam novelnya, Ayu Utami seakan mendorong para perempuan untuk lebih memahami hak-hak yang dimiliki dan kebebasannya. Ayu Utami menurut beberapa sastrawan telah membuat hal baru di dunia sastra. Melalui karyanya yang berani itu lahirlah sebuah genre baru dalam dunia sastra yaitu sastra wangi. Laksmi Pamuntjak Wanita kelahiran Jakarta, 22 Desember 1971 ini dikenal dengan karyanya yang berjudul “Amba”. Novel Amba ditulis dengan latar belakang masa kelam di tahun 1965. Laksmi Pamuntjak dengan berani menceritakan beberapa peritiwa yang kala itu terjadi di kota-kota besar mengenai G20SPKI. Novel ini juga menggambarkan pergulatan batin seorang wanita dengan norma-norma yang ada di masyarakat. Melalui karyanya, Laksmi Pamuntjak telah memperkenalkan kota-kota yang ada di Indonesia kepada dunia. Karena karya-karya Laksmi Pamuntjak juga laris di pasaran internasional. Leila S Chudori Leila Salikha Chudori atau yang lebih dikenal dengan nama Leila S Chudori merupakan sosok penulis wanita yang lahir di Jakarta, 12 Desember 1962. Leila S Chudori juga merupakan sosok penulis wanita yang dengan berani menuliskan hal-hal yang tabu bagi masyarakat. Penulis yang sudah mengeluarkan karyanya dari usia 12 tahun ini, lebih dikenal lagi melalui karyanya novel “Pulang” dan “Laut Bercerita”. Leila S Chudori dianggap mampu menyajikan sebuah cerita dari rangkaian sejarah. Di dalam kedua novel tersebut melatarbelakangi peristiwa kelam di tahun 1965. Tulisannya yang disisipi kepuitisan itu mampu membuat pembaca memahami dampak yang tidak terungkap di tahun 1965.

News

4  Hal Yang Dapat Kita Pelajari Dari Penulis Cantik Satu Ini  

“saya percaya bahwa karya sastra itu seharusmya dapat menyuarakan persoalan-persoalan dalam masyarakat” Tutur seorang perempuan pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa yang dikenal sebagai Okky Madasari. Bagi penikmat sastra sudah pasti tak asing dengan nama Okky Madasari ini, pasalnya karya-karyanya selalu berbicara lantang mengenai isu-isu sosial di masyarakat. Di tengah banyaknya sastrawan yang menggandrungi karya-karya populer penuh romantisme, Okky memilih menampilkan kritik-kritik pedas terhadap isu sosial yang beredar di masyarakat. Sebut saja, korupsi, femenisme, abuse of power, dan masih banyak lagi. Sudah 9 buku telah terbit buah dari kreativitas dan sudut pandangnya terhadap permasalahan di masyarakat. Di antaranya berbicara tentang kritik atas ketidakadlian sosial yang dikemas rapi melalui rankaian kata. “Entrok” contohnya, Okky menggambarkan sosok wanita feminis dan dominan dalam tokoh Marni, di tengah era patriarkat Orde Baru yang sering membuat posisi wanita dianggap salah dan para pria selalu kuat dan benar. Ia berhasil mendobrak struktur sosial tentang bagaimana wanita biasanya digambarkan di era tersebut: lemah dan dependen. Inspirasi dan kreativitas yang selalu melekat pada karya-karya Okky Madasari tentunya tidak lahir begitu saja. Ia membutuhkan unsur lain untuk bisa terus berproses dalam menciptakan karya-karya terbaiknya. Setidaknya ada empat hal yang mungkin dapat kita pelajari dari sosok Okky Madasari di dunia tulis menulis ini. Tujuannya adalah untuk memotivasi generasi muda untuk bisa memberi perspektif baru bagi pembaca sehingga kita bisa mengubah kondisi yang ada. Empat hal tersebut di antaranya: Kritis Bicara tentang Okky Madasari rasanya kurang jika tidak menyematkan kata-kata kritis. Sudut pandangnya terhadap fenomena sosial  yang kritis membuat ia mendapatkan jutaan insight baru. Bagi Okky, sastra tak ubahnya seperti senjata melawan ketidakadilan. Bedanya, ‘senjata’ yang satu ini begitu cantik dan disampaikan secara halus, tapi menohok. Pun tak ada ketakutan dalam dirinya kala menyampaikan kritik tentang ragam isu dengan cara gamblang, tapi penuh estetika. Fokus Okky dikenal bukan hanya sebagi seorang penulis saja, ia juga dikenal sebagai wartawan dan seorang pelajar. Bahkan ia sedang menempuh pasca sarjana di UGM saat menyelesaikan novel-novelnya tersebut. Namun semua itu bukanlah halangan, karena fokus adalah prioritas. Okky berprinsip bahwa kegiatan menulis itu ibarat sebuah kebutuhan utama yang harus dipenuhi setiap hari. Dengan demikian tak heran bila Okky mampu menghabiskan separuh harinya hanya untuk menulis. Konsisten Konsistensi dalam konteks ini adalah mengelola perhatian, mengelola energi dan emosi untuk terus berjalan hingga tahap terakhir dalam penulisan sebuah novel. Melalui konsistensi tersebut, dengan sendirinya dalam hati kita akan tertanam sebuah keteguhan hati, ketetapan sikap dan memiliki posisi yang jelas dalam berbagai persoalan  di masyarakat. Membaca Memukan Inspirasi Selain menulis, Okky juga kerap mengahabiskan waktunya untuk membaca karya-karya sastra. Ia bahkan menngoleksi karya pemenang nobel sastra dari tahun ke tahun. Karena proses intens membaca karya sastra itu memberi pengaruh kuat terhadap kemampuan menulis yang dimilikinya.

Tips

Langkah Awal Menulis Biografi yang Menarik

    (sumber : Bibliotika.com) Biografi adalah sebuah perjalanan hidup seseorang yang dikemas dalam bentuk buku dan umumnya dituliskan oleh orang lain. Keberadaannya menjadi salah satu sarana warisan peradaban yang begitu menarik untuk dilimpahkan kepada anak cucu. Hal ini karena dengan menulis biografi artinya tokoh tersebut telah mengabadikan setiap momen dalam perjalanan hidupnya.             Banyak yang mengira bahwa biografi hanya pantas ditulis oleh orang-orang yang telah memiliki pencapaian-pencapaian besar dalam hidupnya. Padahal sebenarnya siapa pun berhak untuk mengabadikan kisah kehidupannya agar kelak diketahui oleh anak cucunya ketika sudah tiada. Selain itu, dengan menulis biografi seseorang dapat membagikan value atau nilai-nilai kehidupan yang ia miliki untuk disebarkan kepada orang lain.            Mulailah dari langkah awal. Langkah awal dalam menyusun teks biografi adalah menentukan tokoh yang akan ditulis dalam biografi. Langkah awal ini sangat penting dilakukan sebelum Anda mulai menulis naskah. Tokoh yang diambil tentunya orang-orang dengan kontribusi besar bagi lingkungannya sehingga ada banyak cerita yang bisa ditorehkan pada naskahnya.          Oleh sebab itu, hal pertama yang harus mempertimbangkan adalah eksistensi dan pengaruh tokoh tersebut sehingga langkah-langkah membuat biografi selanjutnya akan mudah dilakukan. Semakin eksis dan berpengaruh tokoh yang akan Anda tulis, maka akan semakin mudah Anda menuliskan serangkaian perjalanan hidupnya. Selain itu, juga akan sangat mudah bagi Anda untuk mendapatkan royalti. Sebab masyarakat telah mengenal tokoh yang Anda tulis sehingga secara tidak langsung telah menciptakan target pasar.         Setelah menyelesaikan langkah awal, selanjutnya perlu melakukan riset secara mendalam. Tentu sebagai penulis yang profesional, Anda harus menggali kehidupan tokoh secara mendetail, baik itu dari tokohnya langsung atau bisa jadi mendapat informasi dari orang-orang terdekat tokoh. Lakukan wawancara secara secara keseluruhan dengan membuat daftar pertanyaan yang nantinya ingin diangkat dalam penulisan naskahnya.          Setelah semua data terkumpul, akan mudah membuat outline atau susunan bukunya. Sembari menulis naskah yang apabila ada bahan belum lengkap bisa ditanyakan ketika melangsungkan wawancara kembali. Jadi tunggu apalagi, tidak perlu mempersulit diri. Mulailah menulis biografi dengan mengikuti langkah-langkah membuat biografi seperti yang sudah kita pelajari. Lalu tunjukkan karyamu pada dunia!

Tips

Bagaimana Agar Karya Mudah Diterima Pembaca?

(sumber : JawaPos.com) Bakat yang dimiliki seseorang tentu berbeda-beda. Ada yang memiliki bakat melukis, menyanyi, memasak, atau bahkan menulis. Berbicara mengenai bakat menulis, Anda sebenarnya tidak perlu berangkat dari bakat. Sebab syarat menjadi penulis buku hanya membutuhkan latihan dan kesungguhan. Segala sesuatu pastinya memiliki tahapan yang harus ditempuh untuk memperoleh hasil maksimal, begitu juga dalam menulis buku. Terdapat beberapa tahapan yang harus ditempuh agar menghasilkan karya hebat. Untuk lebih jelasnya, mari sama-sama belajar dalam beberapa langkah berikut. Membuat Outline             Outline atau susunan buku merupakan bagian penting yang harus dipersiapkan sebelum memulai menulis. Susunan ini berisikan bagian-bagian yang nantinya akan menjadi kerangka tulisan. Penulis bisa memploting bagian tiap bagian berdasarkan materi yang ingin diangkat dengan mengelompokkannya menjadi suatu kategori tertentu, atau yang disebut bab. Menulis Hal yang Dikuasai Cara membuat buku agar mudah diterima pembaca adalah dengan menuliskan hal-hal yang dikuasai. Bayangkan ketika Anda adalah orang dengan keahlian di bidang kesehatan tetapi menulis sesuatu tentang masalah keuangan. Hal ini tentu kurang relevan karena Anda tidak akan bisa membahas bidang tersebut secara mendalam. Riset Bahan Setelah mengetahui topik yang ingin diangkat dan Anda memang menguasainya, selanjutnya pastikan untuk melakukan riset bahan secara mendalam. Riset bahan ini akan sangat membantu memperluas materi yang Anda bahas, apalagi pembaca hari ini menyukai suatu pembahasan yang singkat tetapi dikupas secara mendalam. Gaya Bahasa             Gaya penulisan sebuah buku dapat mempengaruhi minat pembaca untuk membeli buku tersebut. Cara menentukan gaya bahasa bisa dilihat dari target pembacanya. Misalnya target pembaca yang disasar adalah kalangan milenial, maka gaya bahasa yang digunakan harus ramah dengan dunia mereka. Sebenarnya di sinilah kunci menarik tidaknya sebuah tulisan karena ketika gaya bahasa yang digunakan salah, artinya kita tidak bisa menyasar target pembaca kita. Nah itulah beberapa cara membuat buku yang perlu Anda perhatikan sebelum menerbitkan sebuah karya. Perlu diingat bahwa karya yang baik adalah karya yang bisa diselesaikan.

Tips

Bagaimana Agar Karya Mudah Diterima Pembaca?

(sumber : JawaPos.com) Bakat yang dimiliki seseorang tentu berbeda-beda. Ada yang memiliki bakat melukis, menyanyi, memasak, atau bahkan menulis. Berbicara mengenai bakat menulis, Anda sebenarnya tidak perlu berangkat dari bakat. Sebab syarat menjadi penulis buku hanya membutuhkan latihan dan kesungguhan. Segala sesuatu pastinya memiliki tahapan yang harus ditempuh untuk memperoleh hasil maksimal, begitu juga dalam menulis buku. Terdapat beberapa tahapan yang harus ditempuh agar menghasilkan karya hebat. Untuk lebih jelasnya, mari sama-sama belajar dalam beberapa langkah berikut. Membuat Outline             Outline atau susunan buku merupakan bagian penting yang harus dipersiapkan sebelum memulai menulis. Susunan ini berisikan bagian-bagian yang nantinya akan menjadi kerangka tulisan. Penulis bisa memploting bagian tiap bagian berdasarkan materi yang ingin diangkat dengan mengelompokkannya menjadi suatu kategori tertentu, atau yang disebut bab. Menulis Hal yang Dikuasai Cara membuat buku agar mudah diterima pembaca adalah dengan menuliskan hal-hal yang dikuasai. Bayangkan ketika Anda adalah orang dengan keahlian di bidang kesehatan tetapi menulis sesuatu tentang masalah keuangan. Hal ini tentu kurang relevan karena Anda tidak akan bisa membahas bidang tersebut secara mendalam. Riset Bahan Setelah mengetahui topik yang ingin diangkat dan Anda memang menguasainya, selanjutnya pastikan untuk melakukan riset bahan secara mendalam. Riset bahan ini akan sangat membantu memperluas materi yang Anda bahas, apalagi pembaca hari ini menyukai suatu pembahasan yang singkat tetapi dikupas secara mendalam. Gaya Bahasa             Gaya penulisan sebuah buku dapat mempengaruhi minat pembaca untuk membeli buku tersebut. Cara menentukan gaya bahasa bisa dilihat dari target pembacanya. Misalnya target pembaca yang disasar adalah kalangan milenial, maka gaya bahasa yang digunakan harus ramah dengan dunia mereka. Sebenarnya di sinilah kunci menarik tidaknya sebuah tulisan karena ketika gaya bahasa yang digunakan salah, artinya kita tidak bisa menyasar target pembaca kita. Nah itulah beberapa cara membuat buku yang perlu Anda perhatikan sebelum menerbitkan sebuah karya. Perlu diingat bahwa karya yang baik adalah karya yang bisa diselesaikan.

News

Kenalan dengan Penulis Hebat

Siapa yang tidak mengenal sosok J.K. Rowling, Asma Nadia, Dee Lestari, dan Stephen King? Pasti kita mengenal salah satu di antara mereka. Karyanya yang begitu fenomenal ini membuat namanya melambung dan dikenal di seluruh penjuru negeri. Kita bahkan menganggap mereka sebagai penulis yang hebat karena karya-karyanya yang sangat apik. Tetapi, tahukah kalian bahwa penulis-penulis hebat ini pernah mengalami kegagalan juga dalam bidang kepenulisan? Menjadi seorang penulis itu bukanlah hal yang mudah. Jangankan menjadi penulis, untuk membuat sebuah tulisan bagi seseorang yang tidak pernah membuat sudah pasti akan kesulitan. Tak jarang bahkan ada yang mengalami kegagalan dalam dunia kepenulisan. Hal ini juga dialami oleh beberapa penulis yang namanya sudah terkenal di berbagai dunia. Mereka pernah mengalami kegagalan pada saat mengirimkan karyanya ke penerbit. Meskipun karya yang mereka buat ini terbilang sangat bagus, akan tetapi karya yang bagus itu belum tentu menjamin akan dilirik oleh penerbit seperti yang dialami oleh J.K. Rowling, Stephen King, Dee lestari, dan Asma Nadia. J.K. Rowling Kisah Harry Potter yang meraup kekayaan dengan total mencapai $ 850 juta ini ternyata pernah ditolak oleh penerbit loh. Bukan hanya satu atau dua kali, karya J.K. Rowling pernah ditolak oleh penerbit hingga sebanyak 12 kali. Tetapi beliau tidak patah semangat sampai akhirnya ada salah satu penerbit yang tertarik dengan karyanya. Saat ini, karya J.K. Rowling ini telah diterjemahkan ke dalam 72 bahasa dan dari karyanya inilah membuat dirinya lebih kaya dari Ratu Elizabeth II. Stephen King Kegagalan juga dialami oleh Stephen King. Dulu, beliau tidak mampu untuk membeli sebuah mesin tik. Beliau meminjam mesin tik milik istrinya. Setelah itu King, panggilan akrabnya, memulai menjadi penulis serabutan yang mulai menulis berbagai cerita pendek. Beliau mengirimkan karyanya ke beberapa majalah pria. Dari hasil menulisnya inilah beliau menghidupi keluarganya. Tetapi, siapa yang sangka kalau King sekarang telah berhasil. King telah menerbitkan lebih dari 50 novel bestseller yang telah terjual hingga ratusan eksemplar bahkan karyanya juga telah diadaptasikan dalam sebuah film yang berjudul IT dan The Dark Tower. Dee Lestari Perahu Kertas, Rectoverso, dan Supernova. Kalau mendengar ketiga kata tersebut, apa yang ada di benak kita? Judul buku? Judul film? Ya, benar. Ketiga kata tersebut merupakan judul buku yang ditulis oleh Dewi Lestari atau yang biasa kita kenal dengan nama Dee Lestari. Penulis cantik ini ternyata juga pernah mengalami penolakan loh. Karya yang dihasilkan oleh Dee Lestari pernah ditolak beberapa kali oleh media cetak sampai akhirnya beliau ‘putus asa’ dan memutuskan untuk menulis bagi orang-orang sekitarnya saja. Meskipun beliau pernah ditolak oleh beberapa media cetak, nyatanya sekarang Dee berhasil menerbitkan lebih dari 10 buku salah satunya Rectoverso. Karya yang berjudul Rectoverso ini merupakan karya hibrida sastra-musik pertama di Indonesia. Beliau menggabungkan pengalaman musik, ilustrasi, dan sastra di dalam satu buku. Wah, hebat sekali ya! Asma Nadia Penggagas Forum Lingkar Pena (FLP) ternyata juga pernah ditolak oleh majalah. Sepanjang perjalanannya dalam menulis, beliau mengalami berbagai cobaan. Ditolak oleh penerbit hingga terkena lima jenis penyakit pun beliau hadapi. Beliau tidak patah semangat. Beliau tetap membaca dan terus menulis hingga memiliki lebih dari 30 novel dan beberapa lirik lagu yang cukup membuat kita baper. Surga yang Tak Dirindukan dan Jilbab Traveler adalah dua dari sekian banyaknya karya yang dihasilkan oleh Asma Nadia. Nah dari beberapa kisah penulis hebat di atas, kita bisa lihat bahwa sekelas penulis hebat pun pernah mengalami kegagalan apalagi kita sebagai penulis pemula. Kegagalan adalah hal yang lumrah. Kita tetap harus menjalani hidup ketika dihadapkan oleh kegagalan. Tapi, kita juga tidak boleh berlarut-larut dalam kegagalan. Kita harus bangkit dan terus menerus mencoba sampai meraih keberhasilan dan kesuksesan.  

News

Punya Kebiasaan Aneh Saat Menulis? Wajar Nggak Sih?

Ketika sedang menulis sebuah karya, tanpa disadari kita sering memiliki kebiasaan yang mungkin bagi orang lain terkesan aneh bahkan cringe. Kebiasaan ini sering dianggap aneh karena tidak semua orang melakukannya. Bahkan bisa jadi kebiasaan itu hanya kita saja yang melakukannya. Nah, kalau sudah seperti ini sering timbul pertanyaan “Wajar nggak sih aku punya kebiasaan aneh setiap kali menulis?”. Jawabannya adalah wajar. Kok bisa? Iya, sebab setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk menyelesaikan tugasnya termasuk menulis. Kita tidak perlu sedih karena diri kita dianggap “aneh” karena kebiasaan yang kita miliki. Banyak penulis bahkan penulis yang namanya sudah melambung juga memiliki kebiasaan yang aneh kok. Siapa saja sih mereka dan apa kebiasaan aneh yang mereka lakukan? Friedrich Schiller Johann Christoph Friedrich von Schiller, penyair dan penulis naskah drama asal Jerman yang lahir pada 10 November 1759 ini menghabiskan waktunya untuk bekerja di malam hari. Jika harus bekerja di pagi atau siang hari, beliau selalu menutup ruangannya dengan tirai berwarna merah untuk menahan sinar matahari agar tidak masuk dan menerangi ruang kerjanya. Ketika beliau merasa bosan maka beliau akan membenamkan kakinya ke dalam air dingin agar dirinya tetap terjaga. Selain kebiasaan tersebut, Schiller memiliki kebiasaan aneh lainnya dan cukup mencengangkan. Beliau senang menyimpan apel busuk di dalam lacinya. Menurut istrinya, beliau tidak akan bisa bekerja jika tidak mencium aroma busuk. Wah, aneh juga ya? Kebanyakan orang akan terganggu jika mencium aroma busuk, tapi beliau justru terlihat begitu mencintainya. Agatha Christie Dame Agatha Mary Clarissa Christie atau kita lebih mengenalnya dengan Agatha Christie ini memiliki kebiasaan aneh juga dalam menulis. Penulis fiksi kriminal asal Inggris ini sempat memiliki permintaan khusus untuk kamar mandinya. Kok kamar mandi sih? Iya. Baginya, bak mandi adalah ruang kerja utamanya. Beliau bisa menghabiskan waktu untuk menulis dan menyusun plot yang rumit sembari berendam di air hangat dan menikmati apel. Keren ya? Mungkin kalau kita berendam di air hangat hingga terasa rileks seluruh tubuh akan tertidur hihihi. Collete Sidonie-Gabrielle Collete yang dilahirkan pada tahun 1873 ini memiliki kebiasaan aneh saat menulis yang membuat suaminya geleng-geleng kepala. Pasalnya, novelis “gila” asal Prancis ini memiliki ritual khusus. Beliau harus menemukan kutu di anjing peliharaannya sebelum memulai untuk menulis. Edgar Allan Poe Kalau Collete memiliki kebiasaan aneh dengan anjingnya, berbeda dengan Edgar Allan Poe atau yang lebih dikenal dengan nama Poe. Penulis, penyair, editor, sekaligus kritikus sastra asal negeri Paman Sam ini memiliki kebiasaan aneh dengan kucingnya yang diberi nama Catterina. Saat menulis, Poe selalu ditemani oleh Catterina yang setia “bertengger” di pundaknya. Baginya, dengan ada Catterina di sisinya maka beliau akan selalu merasa diawasi. Lucu juga ya hehe. Victor Hugo Penulis aliran romantisme pada abad ke-19 dan terkenal sebagai salah satu penyair terbesar di Prancis ternyata juga memiliki kebiasaan aneh saat menulis. Penulis “Les Miserables” ini selalu mengurung dirinya di dalam rumah agar tetap produktif. Tidak hanya itu saja, beliau bahkan rela menyimpan seluruh pakaiannya rapat-rapat dalam lemari agar dirinya dapat berpikir bahwa tidak akan keluar rumah jika tidak memiliki pakaian yang pantas untuk dikenakan. Kebiasaan ini bisa kita tiru, loh karena keluar rumah hanya untuk bersenang-senang dapat membuang-buang waktu dan membuat karya kita tidak akan cepat selesai.

Scroll to Top