penulis pemula

Tips

Bagaimana Agar Karya Mudah Diterima Pembaca?

(sumber : JawaPos.com) Bakat yang dimiliki seseorang tentu berbeda-beda. Ada yang memiliki bakat melukis, menyanyi, memasak, atau bahkan menulis. Berbicara mengenai bakat menulis, Anda sebenarnya tidak perlu berangkat dari bakat. Sebab syarat menjadi penulis buku hanya membutuhkan latihan dan kesungguhan. Segala sesuatu pastinya memiliki tahapan yang harus ditempuh untuk memperoleh hasil maksimal, begitu juga dalam menulis buku. Terdapat beberapa tahapan yang harus ditempuh agar menghasilkan karya hebat. Untuk lebih jelasnya, mari sama-sama belajar dalam beberapa langkah berikut. Membuat Outline             Outline atau susunan buku merupakan bagian penting yang harus dipersiapkan sebelum memulai menulis. Susunan ini berisikan bagian-bagian yang nantinya akan menjadi kerangka tulisan. Penulis bisa memploting bagian tiap bagian berdasarkan materi yang ingin diangkat dengan mengelompokkannya menjadi suatu kategori tertentu, atau yang disebut bab. Menulis Hal yang Dikuasai Cara membuat buku agar mudah diterima pembaca adalah dengan menuliskan hal-hal yang dikuasai. Bayangkan ketika Anda adalah orang dengan keahlian di bidang kesehatan tetapi menulis sesuatu tentang masalah keuangan. Hal ini tentu kurang relevan karena Anda tidak akan bisa membahas bidang tersebut secara mendalam. Riset Bahan Setelah mengetahui topik yang ingin diangkat dan Anda memang menguasainya, selanjutnya pastikan untuk melakukan riset bahan secara mendalam. Riset bahan ini akan sangat membantu memperluas materi yang Anda bahas, apalagi pembaca hari ini menyukai suatu pembahasan yang singkat tetapi dikupas secara mendalam. Gaya Bahasa             Gaya penulisan sebuah buku dapat mempengaruhi minat pembaca untuk membeli buku tersebut. Cara menentukan gaya bahasa bisa dilihat dari target pembacanya. Misalnya target pembaca yang disasar adalah kalangan milenial, maka gaya bahasa yang digunakan harus ramah dengan dunia mereka. Sebenarnya di sinilah kunci menarik tidaknya sebuah tulisan karena ketika gaya bahasa yang digunakan salah, artinya kita tidak bisa menyasar target pembaca kita. Nah itulah beberapa cara membuat buku yang perlu Anda perhatikan sebelum menerbitkan sebuah karya. Perlu diingat bahwa karya yang baik adalah karya yang bisa diselesaikan.

News

Serupa Tapi Tak Sama, Inilah Perbedaan Biografi dan Autobiografi

Sekilas karya sastra biografi memang hampir sama dengan karya sastra autobiografi. Nyatanya, menulis karya sastra biografi sangat berbeda dengan menulis autobiografi. Perbedaan dari kedua teks tersebut memang tidak terlalu mencolok, terlebih apabila kita tidak memperhatikannya dengan detail. Namun tenang saja, berikut beberapa perbedaan biografi dan autobiografi yang perlu diketahui. Arti yang Tidak Sama Pertama-tama, kita akan membahas pengertian dari biografi terlebih dahulu. Biografi adalah kisah dari seorang tokoh yang dituliskan oleh orang lain sehingga bukan ditulis oleh tokoh yang ada dalam buku tersebut sendiri. Contoh penulisan biografi yang terkenal misalnya buku berjudul “Gus Dur” yang ditulis oleh Greg Barton. Sementara autobiografi adalah sebuah karya tulis yang memuat riwayat hidup seorang tokoh dan ditulis oleh tokohnya sendiri. Misalnya saja buku autobiografi yang terkenal adalah “Mein Kampf” yang ditulis sendiri oleh Adolf Hitler. Detail yang Berbeda             Baik karya sastra biografi maupun autobiografi, umumnya memang berisikan riwayat hidup seseorang secara mendetail, mulai dari awal hingga kehidupannya. Namun, jika diperhatikan lagi, terdapat perbedaan di antara keduanya. Acap kali dalam karya biografi memuat kisah tentang latar belakang kelahiran sang tokoh, pendidikan, keluarga, dan pemikirannya yang tidak diceritakan secara mendetail. Berbeda dengan autobiografi yang membahas semua hal tersebut secara mendetail, bahkan mirip seperti buku diary karena memang ditulis oleh tokoh yang bersangkutan. Contoh penulisan biografi dari R.A. Kartini yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer dengan judul ”Panggil Aku Kartini Saja” misalnya, sangat berbeda dengan buku autobiografi yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Sebab buku tersebut diterbitkan J.H. Abendanon berdasarkan surat-surat yang ditulis sendiri oleh R.A. Kartini. Sudut Pandang dan Gaya Bahasa yang Berbeda Perbedaan lain yang mencolok dalam kedua karya sastra ini terletak pada sudut pandang dan gaya bahasanya. Dalam biografi menggunakan sudut pandang orang ketiga, karena dituliskan oleh orang lain. Sementara dalam autobiografi, menggunakan sudut pandang orang pertama karena ditulis oleh dirinya sendiri. Dari segi gaya bahasa, umumnya lebih menonjol buku autobiografi karena murni ditulis oleh tokoh aslinya sehingga pembaca seakan-akan berbicara langsung dengan tokoh tersebut. Meski begitu, banyak juga buku biografi yang gaya bahasanya disesuaikan dengan tokoh yang bersangkutan. Serupa tetapi tak sama. Setelah mempelajari perbedaan serta contoh penulisan biografi dan autobiografi, pastinya kita akan lebih memahami karakteristik dari keduanya. Jadi jangan sampai tertukar lagi untuk menyebutnya ya!

News

Yuk Belajar Mengatasi Writer’s Block

Writer’s block adalah penyakit umum yang sering dialami oleh para penulis, terutama penulis pemula. Meski penyakit ini umum dialami oleh seorang penulis, akan tetapi penyakit ini sangat berbahaya. Ketika penyakit ini datang, kita pasti akan berputus asa dengan tulisan kita. Kita cenderung ingin menghentikan proses menulis yang sedang dijalani. Eits, nggak seharusnya kita berputus asa ketika mengalami writer’s block. Ketika writer’s block ini menghinggapi diri kita, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini. Harus lebih mempersiapkan segala macam tetek bengek yang berkaitan dengan karya kita Ini yang sering kali dilupakan oleh seorang penulis. Kita merasa tidak perlu mempersiapkan segala sesuatunya sebelum memulai berperang. Apalagi sampai mencatat segala tetek bengek atau printilan yang menjadi unsur penting tulisan kita. Kita menganggap segala persiapan itu hal sepele dan di luar kepala sehingga tercetuslah pemikiran bahwa diri ini sudah mampu berperang tanpa senjata. Kurangnya persiapan sebelum menulis inilah yang dapat memunculkan penyakit writer’s block menghampiri kita. Penulis itu sama seperti tentara. Ketika seorang tentara ingin berperang, ia pasti akan menyiapkan segala macam senjata untuk melawan musuh agar menang dalam peperangan. Begitu pula dengan penulis. Penulis harus mempersiapkan segala macam alat tempurnya sebelum memulai menulis. Sebagai penulis, kita harus mencatat apa saja yang ingin kita tuliskan. Poin-poin apa saja yang ingin kita munculkan di dalam tulisan kita. Semua ini dilakukan agar lebih terarah dan dapat menolong kita ketika lupa dengan apa yang ditulis. Tahan ego kita Loh, apa hubungannya ego dengan proses menulis? Begini. Ketika kita selalu mengharapkan hasil yang sempurna untuk karya kita apalagi kita baru terjun di dunia kepenulisan, tidak ada yang menjamin kalau kita tidak akan terkungkung dengan ambisi kita. Rasa ambisi ini akan terus berkembang seiring mindset perfeksionis yang ada dalam diri kita. Kita selalu berusaha untuk menjadikan karya kita ini sebagai sebuah karya yang sangat sempurna layaknya masterpiece bak penulis terkenal di dunia padahal ilmu yang kita miliki masih sangat jauh dari kata profesional. Nah, oleh karena itu kita harus menahan ego kita untuk tidak menjadi seseorang yang perfeksionis dalam hal menulis sebab hal ini dapat membuat diri kita merasa tidak puas dengan karya yang sudah kita tuliskan. Jangan meragukan kualitas tulisan dari diri kita Ini juga sering dialami oleh penulis pemula. Kita merasa tidak pede dengan tulisan kita. Kita selalu merasa bahwa karya kita tidak layak untuk dipublikasikan apalagi diterbitkan menjadi sebuah buku. Hei, kita tidak boleh beranggapan seperti itu. Kita harus percaya dengan kemampuan dari diri kita. Kalau kita terus terkungkung di dalam perasaan tidak mampu, ragu akan kemampuan kita, kita tidak akan menjadi pribadi yang lebih maju. Kita juga tidak dapat menyelesaikan karya kita sesuai dengan target yang telah dibuat. Jangan pedulikan komentar orang lain Kalau komentar ini berisi saran yang membangun untuk diri kita tidak masalah. Kita harus mendengarkannya agar tulisan kita jadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Akan tetapi, kalau kita bertemu dengan seseorang yang mengomentari karya kita dengan niat menjatuhkan dan menghancurkan diri kita, kita tidak perlu mendengarkannya. Jangan jadikan komentar negatif dari orang lain menjadi penghambat selama proses menulis. Teruslah menulis tanpa mempedulikan komentar orang lain selama apa yang kita tuliskan tidak mengandung konten negatif. Ketika kita telah melakukan beberapa cara di atas, semoga kita bisa mengatasi penyakit berbahaya ini saat dia datang menghampiri. Kita tidak perlu lagi kebingungan mencari cara untuk mengatasinya. Kita harus tetap semangat untuk berkarya. Buang jauh-jauh hal negatif yang dapat menghambat proses menulis kita. Ambil hal-hal positifnya yang dapat memotivasi diri agar tulisan kita bisa segera terselesaikan.

News

Menulis Membutuhkan Inspirasi? Benar atau Salah?

Banyak orang yang bilang bahwa menulis itu adalah hal yang paling sulit. Menulis membutuhkan berbagai macam inspirasi. Tidak banyak orang yang mampu mendapatkan inspirasi dalam menulis. Padahal, sebenarnya inspirasi untuk menulis itu bisa didapatkan dari beberapa sumber. Kita tidak perlu susah payah mencari ke sana ke mari hingga ke penjuru dunia untuk mendapatkan sumber inspirasi dalam menulis. Sumber-sumber inspirasi untuk menulis bisa kita jumpai di kehidupan kita sehari-hari. Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa sumber-sumber inilah yang dapat digunakan sebagai pemantik untuk memunculkan inspirasi dalam otak kita. Apa saja sih sumber-sumber tersebut? Musik Bagi sebagian orang terutama seseorang yang memiliki kecerdasan musikal, mereka akan cenderung menggunakan musik sebagai media atau sumber untuk mendapatkan inspirasi. Dengan mendengarkan musik, seseorang akan merasa terpacu untuk menulis. Mereka beranggapan bahwa ide-ide cemerlang akan muncul ketika mereka mendengarkan musik. Ketika ide-ide ini muncul, otomatis akan memudahkan mereka dalam menyelesaikan tulisannya. Alam Bagi seseorang yang memiliki kecerdasan naturalis, alam merupakan teman baik mereka. Mereka akan dengan mudah mengerjakan sesuatu jika berada di alam termasuk menulis. Semua ide-ide cemerlang akan muncul seketika. Seseorang yang lebih senang mengerjakan sesuatu di alam rela bepergian jauh dan mengunjungi alam terdekat hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Bagi mereka, kondisi yang tenang, nyaman, dan asri seperti alam akan menyegarkan pikiran mereka dan memudahkan inspirasi lebih cepat masuk ke dalam otak. Buku Dengan membaca buku, kita bisa mendapatkan inspirasi untuk menulis loh. Percaya atau tidak, dengan sering membaca buku kita akan dengan mudah mendapatkan inspirasi. Bisa saja kita akan mendapatkan inspirasi dari segi diksi yang digunakan atau mungkin dari pesan yang disampaikan oleh penulis dan dapat kita sampaikan kembali dalam tulisan kita ketika isi tulisan kita sama dengan buku yang kita baca. Media Sosial Siapa bilang media sosial tidak dapat digunakan sebagai referensi untuk mendapatkan inspirasi dalam menulis? Kata siapa media sosial hanya berisi hal-hal negatif saja? Penggunaan media sosial yang sangat pesat akhir-akhir ini masih mengandung hal-hal positif yang bisa kita gunakan untuk memperoleh inspirasi. Misalkan kita bertemu dengan seorang pemulung yang viral di media sosial karena kegigihannya. Beliau bercerita pada kita bahwa beliau bisa berangkat haji dari hasil bekerjanya. Nah, kita dapat mengangkat kisah tersebut menjadi sebuah buku untuk lebih memotivasi banyak orang. Itu adalah beberapa sumber yang dapat dijadikan sumber inspirasi kita dalam menulis. Masih ada banyak hal lainnya yang dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam menulis. Menulis itu memang membutuhkan inspirasi. Inspirasi itu datang karena kita yang berusaha untuk mencarinya bukan dengan menunggu, menunggu, dan terus menunggu. Inspirasi tidak akan datang kalau kita hanya menunggunya seperti yang selama ini diucapkan oleh seseorang saat kita tanya mengapa tulisanmu tak kunjung selesai. Dari beberapa sumber yang telah disebutkan di atas, mana sumber favorit kalian? Apakah semua sumber di atas adalah sumber favorit kalian atau justru tidak ada satu pun yang telah disebutkan?

News

9 Bulan #dirumahaja, Sudah Produktifkah Kita?

Siapa yang menyangka akan merasakan “kelumpuhan” seperti ini. Adanya pandemi covid-19 yang menyerang Indonesia sejak awal tahun 2020 membuat kita harus berdiam diri di rumah. Kita diminta untuk mengurangi segala aktivitas di luar rumah guna menghentikan penyebaran virus yang merebak. Kita juga diminta untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Semula kita mengira bahwa pandemi ini akan berakhir dalam waktu yang tidak lama. Tak disangka, ternyata pandemi ini membuat kita harus “mengisolasi” diri kita hampir satu tahun lamanya. Ketika diinfokan untuk berdiam diri di rumah dan melakukan segala aktivitas dari rumah, euforia masyarakat Indonesia terlihat begitu antusias. Masyarakat Indonesia merasa “merdeka” dari seluruh hiruk pikuk yang dirasakan setiap harinya. Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat Indonesia terlihat ogah-ogahan bahkan muak dalam menjalani hari yang apa-apa serba online dan hanya bisa dilakukan di rumah saja. Mengapa rasa muak ini bisa terjadi? Coba kita tengok kembali, selama 9 bulan #dirumahaja apakah kita sudah produktif? Apa yang sudah kita kerjakan selama 9 bulan ini? Apakah kita hanya rebahan sambil membuka sosial media selama satu hari penuh? Atau kita sudah melakukan aktivitas yang bermanfaat untuk mengusir kebosanan yang melanda selama 9 bulan #dirumahaja? Kalau kita merasa muak, berarti selama ini kita menjalani hari dengan bermalas-malasan saja. Kita merasa hidup ini terlalu monoton. Padahal kalau kita ingin menjadi lebih produktif selama di rumah, kita bisa mengikuti berbagai macam workshop atau kelas-kelas pelatihan yang diadakan secara online baik di media sosial maupun di grup perpesanan instan seperti WhatsApp, Line, Telegram, dan sebagainya. Salah satu kelas pelatihan yang bisa kita ikuti yakni kelas menulis. Kelas menulis ini bisa diikuti oleh siapa pun terutama bagi kita yang ingin menjadi seorang penulis. Mengikuti kelas menulis di kala pandemi ini sangat bagus untuk mengusir kejenuhan kita selama di rumah. Dengan mengikuti kelas menulis, kita bisa mengasah kemampuan menulis yang kita miliki loh. Tidak hanya itu saja, kita juga akan mendapatkan ilmu-ilmu baru mengenai kepenulisan. Bahkan, tidak jarang ada instansi yang menyelenggarakan kelas menulis “berhadiah”. Para penyelenggara biasanya akan memberikan fasilitas untuk menerbitkan tulisan yang selesai kita tuliskan selama kelas menulis diadakan. Biasanya, para penyelenggara akan memberikan tenggat waktu untuk setiap karya yang ditulis. Misalkan hari ini pihak menyelenggara akan memberikan materi mengenai menulis kalimat efektif kemudian mereka meminta kita untuk membuat cerita yang mengandung kalimat efektif di dalamnya sesuai dengan materi yang telah diberi sebelumnya. Nah, biasanya pihak penyelenggara akan memberikan tenggat waktu untuk setiap penugasan. Setiap penugasan ini tentunya akan menguji kualitas pemahaman dan tulisan kita setelah menghadiri kelas pada hari itu. Kita dapat menilai diri kita apakah kita benar-benar memahami materi yang disampaikan atau kita hanya mendengarkannya saja sambil lalu tanpa ada sedikit pun materi yang nyantol di otak. Dari sini kita bisa melihat bahwa dengan mengikuti kelas-kelas pelatihan online baik itu kelas pelatihan menulis, kelas pelatihan menjahit, kelas pelatihan bisnis, maupun kelas pelatihan lainnya selama masa pandemi benar-benar membuat kita produktif. Selain disibukkan dengan berbagai pekerjaan maupun tugas yang dilakukan selama #dirumahaja, kita juga harus mencari kesibukan lain agar kita lebih terampil dan menghabiskan waktu dengan lebih bermanfaat.

News

Tips Membuat Judul yang Menarik

Di dalam proses menulis, membuat judul untuk sebuah buku merupakan hal yang susah-susah gampang. Semua orang terutama bagi penulis pemula pasti akan kesulitan untuk menentukan judul yang akan digunakan dalam tulisannya. Menulis judul buku menjadi hal yang susah ketika kita berekspektasi bahwa judul buku tersebut harus merepresentasikan tulisan kita. Padahal, menulis judul buku itu sangat mudah ketika kita menganggapnya hanya menuliskan beberapa frasa yang menarik untuk dibaca. Judul untuk sebuah buku merupakan hal yang sangat vital. Ibarat nama untuk seseorang, judul dalam sebuah buku dapat dijadikan sebagai identitas tulisan yang kita buat. Ketika sebuah buku tidak memiliki identitas, bagaimana pembaca akan mengetahui apa yang kita tuliskan. Selain menjadi identitas, judul buku juga dapat membantu para pembaca yang ingin mencari dan membeli tulisan kita ketika telah dipasarkan di toko buku. Sebagai bagian yang paling awal dilihat oleh para pembaca karena letaknya berada di depan bersama dengan cover, penulisan judul buku haruslah menarik pembaca. Mengapa? Hal ini dilakukan agar buku kita berpotensi besar untuk laris di pasaran. Lalu, bagaimana caranya untuk membuat sebuah judul buku yang menarik para pembaca? Harus bombastis Ketika berbicara tentang buku nonfiksi atau buku-buku populer, judul yang bombastis selalu identik dengan buku yang laris manis di pasaran. Ya bisa dibilang buku tersebut paling banyak dicari bahkan bisa mencapai tingkat best seller. Sebenarnya, untuk menarik pembaca agar ingin membeli buku kita tidak harus membuat judul yang bombatis. Mengapa? Buku yang bagus seharusnya dibarengi dengan judul yang bagus pula. Untuk apa kita membuat judul yang sangat menarik kalau isi yang kita tulis tidak menarik bahkan tidak ada korelasinya dengan judul yang dibuat. Bisa membuat pembaca penasaran Ini adalah salah satu hal terpenting dalam membuat sebuah judul. Judul yang dapat membuat pembaca penasaran menjadi salah satu trik menarik yang digunakan oleh penulis. Untuk membuat judul yang seperti ini cukup mudah. Kita hanya perlu mengolah diksi yang akan kita gunakan untuk sebuah judul. Ketika hal ini sudah diterapkan kemudian para pembaca tertarik dan timbul pertanyaan dalam benaknya mengenai isi tulisan kita maka para pembaca pasti akan mencari tahu apa yang kita tuliskan di dalamnya. Harus spesifik Kalau kita menulis sebuah novel, kita harus benar-benar membuat sebuah judul yang spesifik. Spesifik di sini dalam artian judul tersebut harus bisa merepresentasikan isi buku kita, entah tokoh yang diceritakan, kapan terjadinya peristiwa yang diceritakan, dan sebagainya. Selain itu, ketika kita membuat judul yang spesifik ini akan memudahkan kita sebagai penulis untuk membatasi pembahasan isi buku. Tidak hanya itu saja, judul yang spesifik akan memudahkan pembaca untuk mengetahui isi buku kita tanpa timbul kesalahan penafsiran antara judul dengan isi tulisan. Itu adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat sebuah judul yang menarik. Masihkah kalian kebingungan dalam membuat sebuah judul untuk tulisan kalian? Coba terapkan dahulu beberapa cara di atas. Semoga setelah menerapkan beberapa cara di atas, kita tidak akan lagi kesulitan dalam membuat sebuah judul yang dapat mengundang atensi para pembaca.

News

Menjadi Kaya Raya Hanya dengan Menulis? Nggak Percaya?

Banyak orang yang menganggap bahwa penghasilan seorang penulis tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka selalu memandang sepele mengenai profesi penulis. Padahal, menjadi seorang penulis itu dapat membuat kita kaya raya loh. Nggak percaya? Zaman dulu, ketika kita memiliki sebuah karya baik fiksi maupun nonfiksi ya hanya kita simpan saja di lemari sampai kertas tersebut berdebu dan berubah warna. Tetapi, zaman sekarang sudah berbeda dengan dulu. Sekarang sudah banyak platform digital yang menerima karya kita untuk dipublikasikan. Bagi penulis pemula seperti kita, platform digital ini sangat membantu untuk menerbitkan sebuah karya terutama bagi kita yang masih malu-malu dan ragu untuk menerbitkan karya ke penerbit. Dari sekian banyaknya platform digital, ada beberapa platform digital untuk kepenulisan yang dapat membuat kita kaya raya. Yuk kita simak, ada apa saja sih “brankas” yang bisa digunakan untuk seorang penulis? Seperti yang kita ketahui bersama, menerbitkan sebuah buku dan mencetaknya dalam jumlah yang fantastis memang akan membuat kita kaya raya. Akan tetapi, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk membuat sebuah buku apalagi buku tersebut memiliki ratusan lembar. Untuk menulis satu paragraf saja rasanya sudah berat apalagi menuliskan beratus-ratus bahkan beribu-ribu paragraf. Pasti puyeng, kan? Nah, berikut beberapa platform digital yang bisa kita gunakan untuk mengirimkan karya kita. JalanTikus Bagi kita yang menggemari dunia teknologi, JalanTikus adalah jawabannya. Kita bisa menjadi kontributor di JalanTikus. JalanTikus itu apa sih? JalanTikus adalah laman teknologi berbahasa Indonesia yang menyajikan informasi mengenai gadget, game, film, dan segala jenis informasi teknologi lainnya. Tahukah kalian kalau JalanTikus ini bisa membuat seorang penulis kaya raya? Di JalanTikus ini tulisan yang dipublikasikan akan mendapat bayaran sebesar Rp 50 ribu loh. Bisa dibayangkan kalau dalam satu bulan kita rutin mengirimkan artikel dan terpilih untuk dipublikasi oleh pihak JalanTikus, sudah setebal apa dompet kita? Eits, selain mendapatkan uang kita juga akan tenar sebab nama kita akan dipajang dalam setiap tulisan yang kita buat. Basabasi.co Situs ini dapat dikatakan lebih worth it untuk dipilih sebagai salah satu platform digital kepenulisan yang membuat rekening bank menggendut. Di situs ini, kita akan lebih terpacu untuk membuat konten yang berkualitas. Basabasi.co tidak asal menerima karya yang dikirimkan oleh penulis. Mereka hanya menerima karya berupa cerpen, puisi, esai, resensi buku, dan artikel populer. Meskipun tidak semua karya dari penulis akan diterima di situs ini, tetapi Basabasi berani membayar besar untuk setiap naskah yang lolos seleksi. Bayangkan saja, untuk satu kali naskah yang lolos seleksi bayarannya mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Bagaimana kalau naskah yang kita kirimkan ini bisa merajai situs selama satu bulan? Sudah segendut apa rekening bank kita? Wah, sungguh sangat menggiurkan ya? Wattpad Situs atau aplikasi yang terakhir adalah Wattpad. Tentu kita sudah sering mendengarnya, terutama bagi remaja yang senang menulis dan membaca buku elektronik dengan gaya bahasa yang ringan serta kisahnya yang menye-menye. WattPad dapat dijadikan sebagai wadah untuk mendapatkan penghasilan dari menulis. Memang, penghasilan yang didapatkan dari WattPad ini tidak langsung terlihat. Kita harus terus menerus membuat tulisan yang menarik agar dapat dilirik oleh penerbit. Eh nggak cuman penerbit saja yang akan meliriknya, bisa-bisa kalau kita membuat tulisan yang menarik akan ada storywriter atau penulis cerita yang akan tertarik untuk menjadikannya sebuah film. Menarik bukan kalau naskah kita dapat dijadikan sebuah film? Itu adalah beberapa platform digital yang dapat digunakan oleh seorang penulis pemula. Beberapa platform digital tersebut dapat kita gunakan untuk meraup keuntungan hingga jutaan rupiah setiap bulannya. Dengan begitu, kita dapat membuktikan ke orang lain kalau menjadi seorang penulis juga dapat memenuhi kebutuhan hidup. Profesi penulis bukan profesi yang sembarangan. Profesi ini bisa menjadi ladang uang kalau memang kita menekuninya.

News

Menulis Puluhan Ribu Kata Hanya dalam Waktu Sekejap? Mana Mungkin!

Menulis memang terkenal dengan hal yang sulit terutama bagi penulis pemula. Jangankan untuk menulis ribuan bahkan puluhan ribu kata seperti pada judul, menulis puluhan kata saja terasa sangat sulit. Menulis sering kali dianalogikan sebagai mencari tumpukan jarum di dalam jerami. Wah, sesulit itu ya? Tetapi, tahukah kalian bahwa kita bisa kok menulis puluhan ribu kata hanya dalam waktu sekejap? Ya, kita bisa melakukannya hanya dalam hitungan 1 bulan saja. Nggak percaya? Memangnya bisa? Bisa banget! Nih, simak beberapa tips berikut agar kita dapat menulis ribuan bahkan puluhan ribu kata hanya dalam waktu sekejap. Bagilah sesi menulis menjadi beberapa waktu Hal ini penting untuk kita lakukan agar lebih fokus dalam mengerjakan naskah. Jika kita ingin menulis 20.000 kata berarti kita harus membagi sesi menulis kita menjadi 3-4 waktu agar tidak “pusing” saat menulis. Dalam satu waktu, kita bisa menghabiskannya dengan menulis sebanyak 5.000 kata. Memang, 5.000 kata tidak sedikit untuk kita tuliskan. Akan tetapi, dengan membagi sesi menulis maka akan memudahkan kita untuk menyelesaikan 5.000 kata tersebut. Merencanakan sesi menulis Setelah membagi sesi menulis ke dalam beberapa waktu, kita harus mengetahui dan merencanakan kapan akan mengeksekusi tulisannya. Kita tidak harus selalu dan selalu menulis hingga melupakan kehidupan serta aktivitas kita sehari-hari. Hal yang terpenting adalah kita harus menyempatkan menulis di sesi yang telah ditentukan sembari menjalankan aktivitas kita sehari-hari. Tidak perlu menulis sesuai urutannya Bagi sebagian penulis, menulis tidak sesuai urutannya akan membuatnya bingung. Ada banyak penulis yang tidak senang jika dirinya harus menulis secara “lompat-lompat”. Baginya, menulis “lompat-lompat” akan memunculkan penyakit writer’s block dan berakibat pada tidak nyambungnya tulisan kita dengan bagian sebelumnya. Akan tetapi, sebagian penulis menganggap bahwa menulis tidak sesuai urutannya akan membuat dirinya lebih produkif. Bagi mereka, tulislah apa yang ingin kita tulis. Jangan berpaku pada urutan bagian yang sudah direncanakan. Nah, kalau kalian tim yang mana nih? Tim yang menulis harus urut sesuai bagiannya atau tim yang menulis “lompat-lompat”? Tulis aja apa yang ada di pikiran, jangan disela dengan kegiatan lain Kebanyakan penulis pemula ketika menulis pasti disambi dengan kegiatan lainnya. Tak jarang, kita sebagai penulis pemula ini selalu menulis sambil menyunting/mengedit. Ini adalah kebiasaan buruk yang membuat naskah tidak cepat selesai. Kita harus terus menulis. Tuangkan semua ide-ide cemerlang yang ada dalam pikiran kita. Jangan pernah sekali-kali mencoba untuk menulis sambil menyunting naskah yang sedang kita tuliskan. Hal ini biasanya akan memunculkan writer’s block dan kita akan mudah terdistraksi oleh naskah kita yang masih “berantakan”. Memang, naskah yang pertama kali kita tuliskan tidak sempurna. Semua penulis pun ketika menuliskan naskah untuk pertama kali pasti tidak akan mencapai kata sempurna. Tetapi jangan khawatir. Kita bisa menyuntingnya ketika semua isi yang akan kita tulis di dalam naskah tersebut terselesaikan.

News

4  Hal Yang Dapat Kita Pelajari Dari Penulis Cantik Satu Ini  

“saya percaya bahwa karya sastra itu seharusmya dapat menyuarakan persoalan-persoalan dalam masyarakat” Tutur seorang perempuan pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa yang dikenal sebagai Okky Madasari. Bagi penikmat sastra sudah pasti tak asing dengan nama Okky Madasari ini, pasalnya karya-karyanya selalu berbicara lantang mengenai isu-isu sosial di masyarakat. Di tengah banyaknya sastrawan yang menggandrungi karya-karya populer penuh romantisme, Okky memilih menampilkan kritik-kritik pedas terhadap isu sosial yang beredar di masyarakat. Sebut saja, korupsi, femenisme, abuse of power, dan masih banyak lagi. Sudah 9 buku telah terbit buah dari kreativitas dan sudut pandangnya terhadap permasalahan di masyarakat. Di antaranya berbicara tentang kritik atas ketidakadlian sosial yang dikemas rapi melalui rankaian kata. “Entrok” contohnya, Okky menggambarkan sosok wanita feminis dan dominan dalam tokoh Marni, di tengah era patriarkat Orde Baru yang sering membuat posisi wanita dianggap salah dan para pria selalu kuat dan benar. Ia berhasil mendobrak struktur sosial tentang bagaimana wanita biasanya digambarkan di era tersebut: lemah dan dependen. Inspirasi dan kreativitas yang selalu melekat pada karya-karya Okky Madasari tentunya tidak lahir begitu saja. Ia membutuhkan unsur lain untuk bisa terus berproses dalam menciptakan karya-karya terbaiknya. Setidaknya ada empat hal yang mungkin dapat kita pelajari dari sosok Okky Madasari di dunia tulis menulis ini. Tujuannya adalah untuk memotivasi generasi muda untuk bisa memberi perspektif baru bagi pembaca sehingga kita bisa mengubah kondisi yang ada. Empat hal tersebut di antaranya: Kritis Bicara tentang Okky Madasari rasanya kurang jika tidak menyematkan kata-kata kritis. Sudut pandangnya terhadap fenomena sosial  yang kritis membuat ia mendapatkan jutaan insight baru. Bagi Okky, sastra tak ubahnya seperti senjata melawan ketidakadilan. Bedanya, ‘senjata’ yang satu ini begitu cantik dan disampaikan secara halus, tapi menohok. Pun tak ada ketakutan dalam dirinya kala menyampaikan kritik tentang ragam isu dengan cara gamblang, tapi penuh estetika. Fokus Okky dikenal bukan hanya sebagi seorang penulis saja, ia juga dikenal sebagai wartawan dan seorang pelajar. Bahkan ia sedang menempuh pasca sarjana di UGM saat menyelesaikan novel-novelnya tersebut. Namun semua itu bukanlah halangan, karena fokus adalah prioritas. Okky berprinsip bahwa kegiatan menulis itu ibarat sebuah kebutuhan utama yang harus dipenuhi setiap hari. Dengan demikian tak heran bila Okky mampu menghabiskan separuh harinya hanya untuk menulis. Konsisten Konsistensi dalam konteks ini adalah mengelola perhatian, mengelola energi dan emosi untuk terus berjalan hingga tahap terakhir dalam penulisan sebuah novel. Melalui konsistensi tersebut, dengan sendirinya dalam hati kita akan tertanam sebuah keteguhan hati, ketetapan sikap dan memiliki posisi yang jelas dalam berbagai persoalan  di masyarakat. Membaca Memukan Inspirasi Selain menulis, Okky juga kerap mengahabiskan waktunya untuk membaca karya-karya sastra. Ia bahkan menngoleksi karya pemenang nobel sastra dari tahun ke tahun. Karena proses intens membaca karya sastra itu memberi pengaruh kuat terhadap kemampuan menulis yang dimilikinya.

Tips

Langkah Awal Menulis Biografi yang Menarik

    (sumber : Bibliotika.com) Biografi adalah sebuah perjalanan hidup seseorang yang dikemas dalam bentuk buku dan umumnya dituliskan oleh orang lain. Keberadaannya menjadi salah satu sarana warisan peradaban yang begitu menarik untuk dilimpahkan kepada anak cucu. Hal ini karena dengan menulis biografi artinya tokoh tersebut telah mengabadikan setiap momen dalam perjalanan hidupnya.             Banyak yang mengira bahwa biografi hanya pantas ditulis oleh orang-orang yang telah memiliki pencapaian-pencapaian besar dalam hidupnya. Padahal sebenarnya siapa pun berhak untuk mengabadikan kisah kehidupannya agar kelak diketahui oleh anak cucunya ketika sudah tiada. Selain itu, dengan menulis biografi seseorang dapat membagikan value atau nilai-nilai kehidupan yang ia miliki untuk disebarkan kepada orang lain.            Mulailah dari langkah awal. Langkah awal dalam menyusun teks biografi adalah menentukan tokoh yang akan ditulis dalam biografi. Langkah awal ini sangat penting dilakukan sebelum Anda mulai menulis naskah. Tokoh yang diambil tentunya orang-orang dengan kontribusi besar bagi lingkungannya sehingga ada banyak cerita yang bisa ditorehkan pada naskahnya.          Oleh sebab itu, hal pertama yang harus mempertimbangkan adalah eksistensi dan pengaruh tokoh tersebut sehingga langkah-langkah membuat biografi selanjutnya akan mudah dilakukan. Semakin eksis dan berpengaruh tokoh yang akan Anda tulis, maka akan semakin mudah Anda menuliskan serangkaian perjalanan hidupnya. Selain itu, juga akan sangat mudah bagi Anda untuk mendapatkan royalti. Sebab masyarakat telah mengenal tokoh yang Anda tulis sehingga secara tidak langsung telah menciptakan target pasar.         Setelah menyelesaikan langkah awal, selanjutnya perlu melakukan riset secara mendalam. Tentu sebagai penulis yang profesional, Anda harus menggali kehidupan tokoh secara mendetail, baik itu dari tokohnya langsung atau bisa jadi mendapat informasi dari orang-orang terdekat tokoh. Lakukan wawancara secara secara keseluruhan dengan membuat daftar pertanyaan yang nantinya ingin diangkat dalam penulisan naskahnya.          Setelah semua data terkumpul, akan mudah membuat outline atau susunan bukunya. Sembari menulis naskah yang apabila ada bahan belum lengkap bisa ditanyakan ketika melangsungkan wawancara kembali. Jadi tunggu apalagi, tidak perlu mempersulit diri. Mulailah menulis biografi dengan mengikuti langkah-langkah membuat biografi seperti yang sudah kita pelajari. Lalu tunjukkan karyamu pada dunia!

Scroll to Top